Mendag Ungkap 2 Langkah Besar Dorong RI Jadi Negara Maju

Sabtu, 05 Juni 2021 - 23:02 WIB
loading...
Mendag Ungkap 2 Langkah...
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut ada sejumlah tantangan Indonesia dalam memasuki tatanan rantai pasok nilai global, di mana semua ini bertujuan menciptakan kemakmuran.

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, secara perekonomian, Indonesia merupakan negara dengan pendapatan per kapita menengah ke atas yang berhasil naik kelas pada 2018. Namun, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan baru.

Negara berpopulasi muda ini harus bisa memanfaatkan bonus demografi dengan cara meningkatkan pendapatan per kapita menjadi USD12.500 atau tiga kali lipat dari posisi saat ini.

Pasalnya, jika tidak bisa memanfaatkan penambahan penduduk muda usia produktif atau kerja di Indonesia yang akan habis pada 2038 mendatang, Indonesia akan terkurung dalam jebakan negara berpendapatan menengah alias middle income trap.

Baca juga: Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga

“Ketika bonus demografi tersebut habis dan Indonesia tidak bisa mengembangkannya, maka Indonesia akan terperangkap dalam jebakan kelas menengah. Oleh karena itu, dengan potensi penduduk muda ini, Indonesia memerlukan pelaku ekonomi yang tangguh untuk menjadi negara maju pada 2045,” ujarnya dalam keteranganya, Sabtu (5/6/2021).

Untuk mencapainya, Indonesia melakukan dua langkah besar. Pertama adalah dengan cara meningkatkan investasi di bidang infrastruktur dan mendorong transfer teknologi. Langkah ini juga dilakukan oleh negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, namun belum sepenuhnya mengembangkan teknologi. Oleh karena itu, transfer teknologi sangat penting bagi Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Ini merupakan komitmen Indonesia untuk saling mengembangkan perdagangan investasi dengan negara-negara EAEU. Kami juga berkomitmen mengembangkan perdagangan yang adil dan saling menguntungkan satu sama lain,” tuturnya.

Baca juga: KPCPEN: Kebijakan Perpanjangan Karantina jadi 14X24 Jam Belum Final

Selain itu Kemendag juga berkomitmen untuk memperbaiki aspek lingkungan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ekonomi. Apalagi, saat ini Indonesia tengah mengalami transformasi di bebragai sektor kehidupan termasuk dari sisi bisnis.

Lutfi menambahkan, transformasi ini penting mengingat banyak industri di Indonesia terdisrupsi akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi. Transformasi ini juga penting agar Indonesia mampu meningkatkan produk domestik bruto (PDB).

“Dalam proses transformasi itu, Indonesia membutuhkan dan membangun teknologi digital dan berbagai aspek terkait lainnya, termasuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, melalui pengembangan infrastruktur digital agar setiap sekolah di seluruh wilayah Indonesia bisa mengakses internet,” tutupnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kelas Menengah Terus...
Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
Mengubah Ledakan Populasi...
Mengubah Ledakan Populasi Lansia Indonesia Menjadi Kekuatan Emas: Menjemput Bonus Demografi Kedua
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Rekomendasi
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Maxi Araujo Selamatkan Uruguay dari Kejutan Arab Saudi
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved