Urusan Suntikan Dana Garuda Belum Kelar, Eh Asabri Butuh Modal Rp15 Triliun

Rabu, 09 Juni 2021 - 17:35 WIB
loading...
Urusan Suntikan Dana...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan usaha milik negara (BUMN) memang benar-benar banyak yang dirundung persoalan. Selain Garuda yang terancam bangkrut dan membutuhkan suntikan dana Rp8,5 triliun (Rp1,5 triliun sudah dicairkan), PT Asabri (Persero) juga membutuhkan risk based capital (RBC) atau modal minimum sebesar Rp15,16 triliun.

Direktur Utama Asabri R. Wahyu Suparyono menyebut, kebutuhan dana tersebut sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan memang mencatatkan kerugian senilai Rp11,76 triliun sejak 2018-2020.

Baca juga:Bos Asabri Ungkap Borok Pengelola Perusahaan Sebelumnya

"Tiga tahun terakhir kalau kami akumulasikan, Asabri mengalami kerugian secara komprehensif sebesar Rp11,76 triliun. Artinya akumulasi dari 2018 hingga 2020, sehingga kami sampaikan kepada pimpinan (DPR) masih membutuhkan Risk Based Capital Rp15,16 triliun sesuai kebutuhan OJK," ujar Wahyu saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR, Rabu (9/6/2021).

Manajemen juga mencatat, per 31 April 2021 ekuitas perusahaan mulai membaik. Kondisi itu disebabkan adanya perbaikan suku bunga aktuaria. Wahyu Suparyono menyebut, suku bunga pencadangan peserta mengalami perbaikan laba secara komprehensif sehingga per Juni tahun ini, suku bunga cadangan mencapai Rp1,4 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved