Astindo Ketar-Ketir, Maskapai Tolak Uangkan Refund Tiket
Senin, 20 April 2020 - 13:38 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jelas Pauline, hal ini menjadi masalah karena konsumen bisa saja mengalami masalah dengan usahanya akibat Covid-19, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan di kemudian hari. Konsumen yang merencanakan bepergian untuk keperluan dinas juga mungkin saja sudah tidak lagi bekerja di perusahaan yang sama, atau bisa jadi kegiatan yang akan mereka lakukan akan diadakan di kota lain di mana tidak ada penerbangan dengan maskapai tersebut.
Top up deposit pun mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh travel agent. Astindo, kata Paulina, sudah menyurati maskapai penerbangan domestik seperti Sriwijaya, Lion Air, Air Asia, Citilink dan Garuda terkait masalah ini. Namun, kata dia, Astindo tidak mendapat jawaban positif terkait permohonan agar dana tersebut ditransfer ke rekening travel agent.
"Bagaimana jika maskapai tidak sanggup bertahan menghadapi gempuran kesulitan selama pandemi Covid-19? Apakah ada jaminan bagi pemegang voucher refund, maupun bagi pengusaha travel agent, uang tiket akan dikembalikan utuh?" ungkapnya.
Dia menambahkan, yang terjadi sebelumya di beberapa maskapai ketika mereka berhenti beroperasi seperti Linus Air, Batavia Air, Adam Air, seluruh dana refund konsumen dan top up deposit tidak dikembalikan kepada yang berhak yaitu konsumen dan travel agent. Puluhan miliar uang milik konsumen dan travel agent seolah-olah dianggap bagian dari aset karena mengendap di rekening bank maskapai.
"Sangat disayangkan baik konsumen maupun travel agent menjadi yang paling dirugikan dalam hal ini, maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang milik konsumen dan travel agent," tandas Paulina.
Top up deposit pun mengendap di rekening bank maskapai dan tidak dapat diuangkan oleh travel agent. Astindo, kata Paulina, sudah menyurati maskapai penerbangan domestik seperti Sriwijaya, Lion Air, Air Asia, Citilink dan Garuda terkait masalah ini. Namun, kata dia, Astindo tidak mendapat jawaban positif terkait permohonan agar dana tersebut ditransfer ke rekening travel agent.
"Bagaimana jika maskapai tidak sanggup bertahan menghadapi gempuran kesulitan selama pandemi Covid-19? Apakah ada jaminan bagi pemegang voucher refund, maupun bagi pengusaha travel agent, uang tiket akan dikembalikan utuh?" ungkapnya.
Dia menambahkan, yang terjadi sebelumya di beberapa maskapai ketika mereka berhenti beroperasi seperti Linus Air, Batavia Air, Adam Air, seluruh dana refund konsumen dan top up deposit tidak dikembalikan kepada yang berhak yaitu konsumen dan travel agent. Puluhan miliar uang milik konsumen dan travel agent seolah-olah dianggap bagian dari aset karena mengendap di rekening bank maskapai.
"Sangat disayangkan baik konsumen maupun travel agent menjadi yang paling dirugikan dalam hal ini, maskapai penerbangan beroperasi bermodalkan uang milik konsumen dan travel agent," tandas Paulina.
(fai)
Lihat Juga :