Lakukan Perampingan Pertamina Ngaku Lebih Hemat dan Cepat

loading...
Lakukan Perampingan Pertamina Ngaku Lebih Hemat dan Cepat
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) secara konsisten menjalankan restrukturisasi perusahaan yang membentuk holding dan 6 subholding. Selama hampir setahun masa restrukturisasi, langkah tersebut telah menunjukkan manfaat positif dengan operasional yang terintegrasi dan lebih efisien.

Keenam subholding yang mengelola bisnis inti tersebut, yakni Upstream Subholding, Refining & Petrochemical Subholding, Commercial & Trading Subholding, Gas Subholding, Power & NRE Subholding, dan Shipping Subholding telah fokus mengelola bisnis dan aset perusahaan sesuai lingkup masing-masing.

Baca juga:Anak Usaha Angkasa Pura I Butuh Partner untuk Kelola Lahan 309.453 M2 Dekat Bandara Ngurah Rai

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, restrukturisasi telah menghasilkan struktur korporasi yang lebih padat, sehingga span of control dan pengelolaan anak perusahaan yang dilakukan Pertamina menjadi lebih optimal. Pada tingkat holding, pasca-restrukturisasi organisasi yang sebelumnya 11 direktorat, saat ini hanya 5 direktorat, sehingga organisasi lebih ramping dan pengambilan keputusan lebih cepat dan efisien.

"Terjadi stream lining, sehingga kita pun lebih mudah dalam melakukan pengelolaan dan menyusun rencana strategis untuk seluruh bisnis Pertamina group," ujarnya dalam siaran pers.

Sebagai BUMN yang bergerak di bidang Migas, lanjut Nicke, Pertamina tetap bertanggung jawab menjalankan tugas dan peran sesuai dengan UU Energi dan UU BUMN. Namun, secara bisnis dengan adanya restrukturisasi nilai perusahaan harus meningkat dan pada saat bersamaan tetap berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah.



Baca juga:Argentina Gagal Kalahkan Kolombia, Lionel Scaloni Geram

"Operasional diturunkan ke anak perusahaan atau ke subholding, maka holding ini lebih fokus ke cara kita mengembangkan bisnis ke depan. Transisi energi dari fosil fuel akan bergerak ke new and renewable energy atau green environment. Inilah yang menjadi tugas besar di holding, bagaimana menjalankan itu paralel dengan memperkuat bisnis yang ada," jelas Nicke.

Dalam pengembangan bisnis ke depan, sepanjang 2020 hingga 2024, Pertamina merencanakan investasi sebesar USD92 miliar.

Menurut Nicke, dengan struktur lebih ramping dan kewenangan holding dan subholding yang lebih jelas, proses pengambilan keputusan untuk investasi lebih ringkas sehingga perusahaan dapat memangkas biaya operasional dan melakukan penghematan biaya investasi. Salah satunya melalui integrasi proses bisnis dari hulu sampai hilir.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top