Sentuh Petani dengan Teknologi, Crowde Ikut Majukan Sektor Pertanian Indonesia
Jum'at, 11 Juni 2021 - 18:09 WIB
loading...
A
A
A
Melalui laporan terbarunya, Crowde melaporkan pada Q3 tahun 2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 215%. Namun hanya ada 4,5 juta petani dari total 33,4 juta petani di tahun 2020 yang menggunakan internet selama satu tahun belakangan.
Hal ini pun ditengarai oleh rendahnya tingkat pendidikan yang sebanyak 14 juta petani merupakan lulusan tingkat sekolah dasar. Padahal teknologi dipercaya dapat memudahkan proses pertanian dari hulu ke hilir yang akhirnya meningkatkan pendapatan petani.
Mirza Adhyatma menyebutkan, kondisi petani Indonesia hingga kini masih sangat tradisional. Kehadiran teknologi seharusnya bisa membuat sektor pertanian lebih maju dan modern agar proses budidaya berjalan lebih efektif dan hasil panen pun jadi lebih maksimal.
Strategi kedua, Crowde menjadikan terciptanya ekonomi inklusif yang men-support permodalan bagi petani kecil dan unbanked. Caranya dengan menyediakan regu farmer consultant yang akan menolong petani di mana saja untuk mengajukan permodalan secara komputerisasi melalui aplikasi AgSales. Selain itu, juga membekali petani dengan literasi keuangan.
Ketiga, lanjut Mirza, Crowde bekerja sama dengan 9 off-taker institusional dan 118 off-taker retail lokal untuk menampung semua hasil panen mitra petani. Sehingga mereka tidak perlu lagi bingung mengenai akses pemasaran hasil panennya.
Mitra petani hanya perlu berkonsentrasi menjalankan budidayanya dan berusaha supaya produktivitas hasil panen bisa terus meningkat.
Hal ini pun ditengarai oleh rendahnya tingkat pendidikan yang sebanyak 14 juta petani merupakan lulusan tingkat sekolah dasar. Padahal teknologi dipercaya dapat memudahkan proses pertanian dari hulu ke hilir yang akhirnya meningkatkan pendapatan petani.
Mirza Adhyatma menyebutkan, kondisi petani Indonesia hingga kini masih sangat tradisional. Kehadiran teknologi seharusnya bisa membuat sektor pertanian lebih maju dan modern agar proses budidaya berjalan lebih efektif dan hasil panen pun jadi lebih maksimal.
Strategi kedua, Crowde menjadikan terciptanya ekonomi inklusif yang men-support permodalan bagi petani kecil dan unbanked. Caranya dengan menyediakan regu farmer consultant yang akan menolong petani di mana saja untuk mengajukan permodalan secara komputerisasi melalui aplikasi AgSales. Selain itu, juga membekali petani dengan literasi keuangan.
Ketiga, lanjut Mirza, Crowde bekerja sama dengan 9 off-taker institusional dan 118 off-taker retail lokal untuk menampung semua hasil panen mitra petani. Sehingga mereka tidak perlu lagi bingung mengenai akses pemasaran hasil panennya.
Mitra petani hanya perlu berkonsentrasi menjalankan budidayanya dan berusaha supaya produktivitas hasil panen bisa terus meningkat.
Lihat Juga :