Dibuka oleh Jokowi, PKB 2021 Diharapkan Dongkrak Industri Parekraf di Bali
Jum'at, 11 Juni 2021 - 23:03 WIB
loading...
A
A
A
Rizki juga memastikan penyelenggaran KEN maupun PKB 2021 dilakukan dengan bingkai protokol kesehatan yang ketat dan disiplin untuk menjamin rasa nyaman dan menyenangkan para wisatawan.
"Program ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama para pelaku event yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Terlebih, ada sekitar 34 juta masyarakat Tanah Air yang bekerja di sektor ini," tuturnya.
Rizki menambahkan, sesuai arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, ada empat poin yang harus diperhatikan dalam menggelar event di tengah pandemi yang belum usai ini.
Pertama, Localize, mengangkat potensi lokal, otentik dan memberikan manfaat kepada masyarakat lokal. Kedua, Personalize, memberikan kesan. Ketiga, Customize, di mana target audience dan spesifikasinya harus jelas. Terakhir, Smaller in Size, bentuk kegiatan hybrid dan dukungan promosi diperkuat.
Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Pertamina Jamin Pasokan BBM Jateng dan DIY Aman
Selain itu, Menparekraf juga menekankan tiga hal lainnya sebagai acuan dalam menggelar event. Pertama, Relevan, artinya temanya harus berkaitan dengan kondisi saat ini, seperti kesehatan. Kedua, Digitalize, bersifat digital dengan teknologi terkini dan dekat dengan milenial. Ketiga, Sustainable, yang berarti harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, budaya dan ekonomi.
"Program ini diharapkan dapat membangkitkan semangat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama para pelaku event yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Terlebih, ada sekitar 34 juta masyarakat Tanah Air yang bekerja di sektor ini," tuturnya.
Rizki menambahkan, sesuai arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, ada empat poin yang harus diperhatikan dalam menggelar event di tengah pandemi yang belum usai ini.
Pertama, Localize, mengangkat potensi lokal, otentik dan memberikan manfaat kepada masyarakat lokal. Kedua, Personalize, memberikan kesan. Ketiga, Customize, di mana target audience dan spesifikasinya harus jelas. Terakhir, Smaller in Size, bentuk kegiatan hybrid dan dukungan promosi diperkuat.
Baca juga: Kilang Cilacap Terbakar, Pertamina Jamin Pasokan BBM Jateng dan DIY Aman
Selain itu, Menparekraf juga menekankan tiga hal lainnya sebagai acuan dalam menggelar event. Pertama, Relevan, artinya temanya harus berkaitan dengan kondisi saat ini, seperti kesehatan. Kedua, Digitalize, bersifat digital dengan teknologi terkini dan dekat dengan milenial. Ketiga, Sustainable, yang berarti harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan, budaya dan ekonomi.
Lihat Juga :