Soal Pungli di Pelabuhan, Komisaris Pelindo I: Aparat Jangan Asal Main Comot dan Mendakwa
Senin, 14 Juni 2021 - 13:44 WIB
loading...
Foto/YorriFarli/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisaris Independen PT Pelindo I Irma Suryani Chaniago menegaskan bahwa penegakan hukum akan menjadi kunci dalam pemberantasan pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme yang masif terjadi di berbagai pelabuhan di Indonesia.
Menurut dia, praktik pungli sudah mengakar bertahun-tahun dan melibatkan banyak pihak termasuk aparat, pengguna jasa, hingga level terbawah, yaitu penjaga pintu masuk pelabuhan.
Baca juga:Paket dari Ricky Membuat Elsa Semakin Terpojok
"Modusnya beragam. Supir truk bisa minta uang tambahan dari perusahaannya dengan alasan agar kontainer cepat keluar. Padahal pelabuhan melakukan semua gerakan lift on dan lift off, sudah terstruktur melalui sistem IT yang terintegrasi. Jadi tanpa harus diberi tip pun sebenarnya kontainer yang keluar masuk sudah di-plan oleh perusahaan," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (14/6/2021).
Irma mengungkapkan, selama ini para sopir truk kontainer sudah terbiasa meminta uang lebih pada pengusaha dengan alasan untuk mempercepat proses pengangkutan. Meski tindakan tersebut salah, Irma mengatakan bahwa uang tips tidak bisa jadi alasan bagi operator untuk malas bekerja. Para operator ini mendapatkan penghasilan dari produktivitas kerjanya.
Semakin banyak mereka berproduksi, maka semakin besar premi yang mereka terima. Perhitungan premi ini berdasarkan sistem boxes.
"Tips dari sopir itu tidak penting bagi para operator crane di pelabuhan. Penghasilan mereka sangat tergantung dari jumlah premi yang dihitung per boxes kontainer. Makanya banyak sekali berita yang beredar beberapa hari ini terkait pelabuhan sangat tidak benar, alias hoax," ungkapnya.
Menurut dia, praktik pungli sudah mengakar bertahun-tahun dan melibatkan banyak pihak termasuk aparat, pengguna jasa, hingga level terbawah, yaitu penjaga pintu masuk pelabuhan.
Baca juga:Paket dari Ricky Membuat Elsa Semakin Terpojok
"Modusnya beragam. Supir truk bisa minta uang tambahan dari perusahaannya dengan alasan agar kontainer cepat keluar. Padahal pelabuhan melakukan semua gerakan lift on dan lift off, sudah terstruktur melalui sistem IT yang terintegrasi. Jadi tanpa harus diberi tip pun sebenarnya kontainer yang keluar masuk sudah di-plan oleh perusahaan," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (14/6/2021).
Irma mengungkapkan, selama ini para sopir truk kontainer sudah terbiasa meminta uang lebih pada pengusaha dengan alasan untuk mempercepat proses pengangkutan. Meski tindakan tersebut salah, Irma mengatakan bahwa uang tips tidak bisa jadi alasan bagi operator untuk malas bekerja. Para operator ini mendapatkan penghasilan dari produktivitas kerjanya.
Semakin banyak mereka berproduksi, maka semakin besar premi yang mereka terima. Perhitungan premi ini berdasarkan sistem boxes.
"Tips dari sopir itu tidak penting bagi para operator crane di pelabuhan. Penghasilan mereka sangat tergantung dari jumlah premi yang dihitung per boxes kontainer. Makanya banyak sekali berita yang beredar beberapa hari ini terkait pelabuhan sangat tidak benar, alias hoax," ungkapnya.
Lihat Juga :