Kemenparekraf Ajukan Tambahan Pagu Indikatif TA 2022 Rp500 Miliar

loading...
Kemenparekraf Ajukan Tambahan Pagu Indikatif TA 2022 Rp500 Miliar
Menparekraf Sandiaga Uno dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin (14/6/2021). Foto/Ist
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajukan angka tambahan pagu indikatif tahun anggaran (TA) 2022 sebesar Rp500 miliar.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Senin (14/6), menyampaikan bahwa berdasarkan surat Menkeu RI Nomor S-361/MK.02/2021 dan surat Menteri PPN/Kepala Bappenas Nomor B.238/M.PPN/D.8/PP.04.02/04/2021 tanggal 29 April 2021 tentang Pagu Indikatif Belanja K/L TA 2022, alokasi pagu indikatif Kemenparekraf/Baparekraf pada RAPBN TA 2022 sebesar Rp3.816.970.382.000.

Baca Juga: Kemenparekraf Gelontorkan Rp60 Miliar untuk Pulihkan Sektor Pariwisata

"Dalam rangka mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf/Baparekraf memerlukan penambahan alokasi anggaran sebesar Rp500 miliar. Sehingga total usulan pagu indikatif menjadi sebesar Rp4.316.970.382.000," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam keterangan tertulis, Selasa (15/6/2021).

Sandiaga menyebutkan penambahan anggaran ini diperuntukkan bagi program kepariwisataan dan ekonomi kreatif dari Rp1.728.535.944.000 menjadi Rp2.228.535.944.000. "Apabila usulan penambahan anggaran tersebut disetujui, akan kami pergunakan untuk mendukung program-program yang difokuskan untuk pemulihan sektor parekraf," katanya.

Adapun program-program tersebut adalah penguatan produk ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, event daerah, dan desa wisata. Lebih lanjut Sandiaga menjelaskan, penambahan pagu indikatif ini nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat program-program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh empat kedeputian di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.



Keempatnya adalah Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan dengan tambahan pagu indikatif sebesar Rp60 miliar, lalu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur mendapat tambahan anggaran Rp240 miliar. Kemudian Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp80 miliar, dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif sebesar Rp120 miliar.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo menambahkan ada beberapa langkah pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah disusun oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Seperti revitalisasi destinasi dan peningkatan kepercayaan pasar, pemulihan permintaan pariwisata domestik, pemulihan permintaan internasional secara bertahap, dan melanjutkan pembangunan pariwisata sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN).

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata, Kemenparekraf Buka Work from Any Destination

"Revitalisasi destinasi akan terus dilakukan tentunya untuk penyiapan destinasi yang berkualitas. Sehingga ketika pasar siap destinasi kita juga siap," ucap Angela.



Usulan penambahan pagu indikatif ini mendapatkan respons positif dari sejumlah anggota Komisi X yang hadir dalam rapat ini. Perwakilan dari Fraksi Nasdem, Ratih Megasari Singkarru, menyarankan agar Kemenparekraf/Baparekraf juga memperhatikan pembangunan destinasi dan infrastruktur pariwisata yang ada di seluruh Indonesia.

"Jadi saya ingatkan agar Kemenparekraf terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR. Karena kemajuan pariwisata harus dengan dukungan infrastruktur," ucap Ratih. Rapat ini juga dihadiri oleh seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top