Sri Mulyani Ungkap Irlandia Utara Jadi Idola Perusahaan Pengemplang Pajak
Selasa, 15 Juni 2021 - 18:30 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, banyak perusahaan digital mengalihkan kantor pusat mereka ke Irlandia Utara untuk menghindari pajak. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, banyak perusahaan digital mengalihkan kantor pusat mereka ke Irlandia Utara untuk menghindari pajak. Hal ini menjadi sorotan negara-negara anggota G7 maupun G20 saat ini tengah fokus menciptakan iklim perpajakan yang seimbang antar negara.
"Mereka melakukan penghindaran pajak dengan memindahkan kantor pusatnya, terutama kalau di Amerika Serikat dan Eropa ke Irlandia Utara. Karena itu, dia hampir nol persen corporate income tax-nya," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).
Baca Juga: Sudah 53 Perusahaan Digital Ditagih Pajak oleh Sri Mulyani, Ini Daftarnya
Kata mantan Direktur Bank Dunia itu, perusahaan-perusahaan pengemplang pajak kini tidak hanya marak dilakukan perusahaan digital, karena mereka melakukan pemasaran tidak terbatas wilayah atau yurisdiksi suatu negara. Namun juga marak dilakukan perusahaan manufaktur.
"Kalau di AS tidak hanya perusahaan digital tapi pharmaceutical pindah ke sana sehingga mereka menghadapi erosi dari basis pajaknya. Kalau dikejar mau turunkan corporate income tax ya artinya risk to the bottom, bottom-nya 0 persen, kalau 0 persen ya semua negara enggak bisa collect tax," bebernya.
"Mereka melakukan penghindaran pajak dengan memindahkan kantor pusatnya, terutama kalau di Amerika Serikat dan Eropa ke Irlandia Utara. Karena itu, dia hampir nol persen corporate income tax-nya," kata Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).
Baca Juga: Sudah 53 Perusahaan Digital Ditagih Pajak oleh Sri Mulyani, Ini Daftarnya
Kata mantan Direktur Bank Dunia itu, perusahaan-perusahaan pengemplang pajak kini tidak hanya marak dilakukan perusahaan digital, karena mereka melakukan pemasaran tidak terbatas wilayah atau yurisdiksi suatu negara. Namun juga marak dilakukan perusahaan manufaktur.
"Kalau di AS tidak hanya perusahaan digital tapi pharmaceutical pindah ke sana sehingga mereka menghadapi erosi dari basis pajaknya. Kalau dikejar mau turunkan corporate income tax ya artinya risk to the bottom, bottom-nya 0 persen, kalau 0 persen ya semua negara enggak bisa collect tax," bebernya.
Lihat Juga :