Sri Mulyani Sebut Mata Uang Kripto Jadi Ancaman, Kok Bisa?

Selasa, 15 Juni 2021 - 22:58 WIB
loading...
Sri Mulyani Sebut Mata...
Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, bahwa mata uang kripto akan menjadi isu yang terus dibahas. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga forum internasional. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menjelaskan, bahwa mata uang kripto akan menjadi isu yang terus dibahas. Tidak hanya di Indonesia, tapi juga forum internasional. Mata uang kripto (cryptocurrency) di sebuah negara tengah menjadi pembahasan hampir seluruh forum bank sentral. Isu ini juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan negara-negara G20.

"Itu implikasinya tadi yang disebutkan makro policynya tidak hanya prudensial policy tapi juga makro policynya karena jumlah uang beradar pasit menentukan juga dinamika ekonomi suatu negara," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (15/6/2021).

Kripto sebagai ancaman bagi negara, kata Sri Mulyani, juga menjadi topik diskusi dalam forum G20. Baca Juga: BI Larang Keras Kripto Jadi Alat Pembayaran di RI

"Kita lihat kayak Elon Musk, currency-nya boleh membeli saham Tesla dan lain-lain atau sempat Facebook dan digital Company di Amerika Serikat mau buat currency sendiri, itu dianggap ancaman bagi currency fisik yang dimiliki suatu negara," kata Sri Mulyani.

Sambung dia menerangkan, persoalannya adalah setiap negara berkedaulatan menetapkan sentral bank sebagai penguasa atau yang memiliki power untuk mengatur currency. Implikasi dari uang digital, terang Sri Mulyani, bukan hanya dari kebijakan prudensial, makro pun akan terimbas.

Baca Juga: Selain Bitcoin, Berikut Uang Kripto Paling Diburu Saat Ini

Ini karena jumlah uang yang beredar pasti menentukan dinamika suatu negara. Adapun ungkapnya, beberapa negara tengah melakukan uji coba uang kripto. China misalnya, menetapkan transaksi jual beli di satu daerah menggunakan uang digital.

“Apa itu ke inflasi, apakah akan terjadi asset bubble, dan lain-lain. Ini yang akan menjadi suatu yang harus kita di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) terus membahasnya,” jelasnya.

Sementara itu sebelumnya, Bank Indonesia (BI) berencana mengeluarkan mata uang rupiah digital atau yang disebut dengan Central Bank Digital Currency (CBDC).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Rupiah Melemah Makin...
Rupiah Melemah Makin Dalam Diterpa Serangan AS ke Iran, Hari Ini Rp17.966/USD
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Mengapa Mata Uang Kuwait...
Mengapa Mata Uang Kuwait Terkuat di Dunia, Sedangkan Rupiah RI Terpuruk Rp17.377 Per Dolar?
Presiden Iran Blak-blakan...
Presiden Iran Blak-blakan Gajinya Kini Hanya Senilai Rp17 Juta karena Penurunan Nilai Mata Uang
Mata Uang Iran Terpuruk...
Mata Uang Iran Terpuruk Picu Demo Rusuh, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Honda Siap Luncurkan...
Honda Siap Luncurkan 2 Motor Listrik Terbaru Lagi
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Pakistan Kembangkan...
Pakistan Kembangkan Rudal Canggih Jadi Ancaman bagi AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved