Kasus Covid Meningkat, Usulan Munas Kadin Ditunda Menguat
Rabu, 16 Juni 2021 - 12:25 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar selalu waspada, menyusul meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini. Airlangga Hartato , Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), seperti dikutip ANTARA, menegaskan, kasus Covid-19 meningkat di 15 provinsi di Indonesia.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai meningkatnya Covid-19 akibat kesalahan bersama. Pimpinan tidak memberikan teladan yang baik, sehingga masyarakat ikut mencontoh. "Mari kita renungkan. Para elit dan pimpinan harus memberi contoh disiplin terhadap prokes, kalau tidak kasus covid akan terus meningkat," kata Luhut, dikutip Rabu (16/6/2021).
Sementara itu Dicky Budiman, ahli epidemiologi Universitas Friffith Australia, mengatakan jumlah orang terjangkit Covid-19 bisa mencapai puncaknya di bulan Juni ini, diperkirakan 50 ribu hingga 100 ribu orang perhari. "Tingginya penyebaran Covid karena akumulasi. Gelombang pertama belum selesai, klaster-klaster tidak bisa diprediksi, sehingga pandemi terus memanjang," kata Dicky.
Baca juga:Apple dan Google Diselidiki CMA karena Dicurigai Lakukan Kecurangan
Meningkatnya kasus Covid-19 itu, tak ayal, membuat usulan agar Munas VIII Kadin (Kamar Dagang & Industri) Indonesia, 30 Juni, di Kendari, ditunda semakin menguat. "Anggota Kadin harus menjalankan imbauan pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Sebaiknya Kadin jangan dulu membuat hajatan munas, yang berpotensi membuat kerumunan," kata Imanuel Yenu, Ketum Kadin Papua Barat.
Pendapat Imanuel Yenu dilandasi imbauan Kepala BNPB, sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Ganip Warsito, Minggu (13/6) yang merekomendasi 6 poin untuk mengendalikan Covid-19. Salah satunya pembatasan kegiatan dari mulai hajatan sampai wisata religi, selain disiplin melaksanakan 3K (kaji informasi, kembangkan sumber daya dan kelola emosi), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), testing, dan ketersediaan rumah sakit, alat kesehatan serta obat-obatan.
Di sisi lain, Wiku Disasmita, Juru Bicara Satgas Covid-19, menegaskan, sebaiknya acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti munas sebaiknya ditunda dulu. "Pada prinsipnya aktivitas masyarakat tidak boleh menimbulkan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika penyelenggara sebuah event besar belum yakin untuk berkomitmen sepenuhnya dengan aturan tersebut, lebih baik acara tersebut ditunda," tegas Wiku.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai meningkatnya Covid-19 akibat kesalahan bersama. Pimpinan tidak memberikan teladan yang baik, sehingga masyarakat ikut mencontoh. "Mari kita renungkan. Para elit dan pimpinan harus memberi contoh disiplin terhadap prokes, kalau tidak kasus covid akan terus meningkat," kata Luhut, dikutip Rabu (16/6/2021).
Sementara itu Dicky Budiman, ahli epidemiologi Universitas Friffith Australia, mengatakan jumlah orang terjangkit Covid-19 bisa mencapai puncaknya di bulan Juni ini, diperkirakan 50 ribu hingga 100 ribu orang perhari. "Tingginya penyebaran Covid karena akumulasi. Gelombang pertama belum selesai, klaster-klaster tidak bisa diprediksi, sehingga pandemi terus memanjang," kata Dicky.
Baca juga:Apple dan Google Diselidiki CMA karena Dicurigai Lakukan Kecurangan
Meningkatnya kasus Covid-19 itu, tak ayal, membuat usulan agar Munas VIII Kadin (Kamar Dagang & Industri) Indonesia, 30 Juni, di Kendari, ditunda semakin menguat. "Anggota Kadin harus menjalankan imbauan pemerintah untuk mengendalikan Covid-19. Sebaiknya Kadin jangan dulu membuat hajatan munas, yang berpotensi membuat kerumunan," kata Imanuel Yenu, Ketum Kadin Papua Barat.
Pendapat Imanuel Yenu dilandasi imbauan Kepala BNPB, sekaligus Ketua Satgas Covid-19, Ganip Warsito, Minggu (13/6) yang merekomendasi 6 poin untuk mengendalikan Covid-19. Salah satunya pembatasan kegiatan dari mulai hajatan sampai wisata religi, selain disiplin melaksanakan 3K (kaji informasi, kembangkan sumber daya dan kelola emosi), 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), testing, dan ketersediaan rumah sakit, alat kesehatan serta obat-obatan.
Di sisi lain, Wiku Disasmita, Juru Bicara Satgas Covid-19, menegaskan, sebaiknya acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti munas sebaiknya ditunda dulu. "Pada prinsipnya aktivitas masyarakat tidak boleh menimbulkan kerumunan dan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika penyelenggara sebuah event besar belum yakin untuk berkomitmen sepenuhnya dengan aturan tersebut, lebih baik acara tersebut ditunda," tegas Wiku.
Lihat Juga :