Tanda Pemulihan Bikin JICT Pede Pasang Target Jumlah Peti Kemas 2,1 Juta TEUs

loading...
Tanda Pemulihan Bikin JICT Pede Pasang Target Jumlah Peti Kemas 2,1 Juta TEUs
PT Jakarta International Container Terminal (JICT) pede memasang target jumlah petikemas pada 2021 bakal meningkat 16% di tengah kondisi Pandemi berkepanjangan. Foto/Dok
JAKARTA - Manajemen PT Jakarta International Container Terminal ( JICT ) menargetkan jumlah peti kemas pada 2021 mencapai 2,1 juta TEUs. Target tersebut naik 16% dibandingkan periode 2019 yakni 1,8 juta TEUs.

Baca Juga: Ada Pungli di Pelabuhan, JICT 'Tunjuk Hidung' Pegawai Outsourcing

Direktur Utama JICT, Ade Hartono menyebut, target perseroan didasari pada pemulihan ekonomi nasional yang secara perlahan menunjukan tanda-tanda perbaikan. Dengan begitu, mulai tahun ini manajemen kembali mengoptimalkan pelayanan bagi pengguna jasa.

"Kita memiliki tugas untuk memberikan pelayanan bagi pengguna jasa kita, terutama pengguna jasa petikemas yang secara khusus membahas atau untuk melayani yang tujuan internasional," ujar Ade saat konferensi pers, Rabu (16/6/2021).

Tanda pemulihan makro ekonomi Indonesia memberi sikap optimisme manajemen untuk menggenjot kinerja perusahaan tahun ini. Dimana market share atau total persentase layanan perusahaan mencapai 42%.

Secara agregat, pelayanan jasa di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 60-70% dari jumlah barang yang ada di Indonesia.



"Terminal Petikemas yang ada di Tanjung Priok secara market share 42 persen melayani jasa yang ada di pelabuhan Tanjung Priok, ya jadi kalau secara umum itu mungkin melayani sekitar 60 sampai 70 persen," kata dia.

Baca Juga: Ini Detail Biaya yang Dikeluarkan Sopir untuk Preman di JICT Tanjung Priok

Untuk mempercepat proses bongkar muat, perseroan melakukan sejumlah langkah. Misalnya, penambahan tenaga operator Rubber Tyred Gantry Crane (RTGC) di JICT.

Kemudian Adjustment Deployment Manpower RTGC yang dilakukan sesuai dengan workload di lapangan. Dimana, tim akan melakukan penyesuaian deployment operator dengan memaksimalkan shift dua hingga tiga yang memiliki workload padat.



Inisiatif lain adalah prioritas RTGC untuk melayani kegiatan di lapangan dibanding pelayanan kapal jika terjadi kepadatan.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top