Indonesia dan Negara-negara Asia Harus Jinakkan Covid Sebelum Fed Naikkan Suku Bunga, Kalau Tidak...

Selasa, 22 Juni 2021 - 14:19 WIB
loading...
A A A
Banyak ekonomi di Asia termasuk Jepang, Taiwan dan Malaysia dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan baru dalam kasus Covid - yang memaksa pihak berwenang untuk memberlakukan langkah-langkah penjarakan sosial yang lebih ketat. Gelombang infeksi baru datang ketika ada kemajuan vaksinasi di wilayah tersebut, yang relatif tertinggal jika dibandingkan AS dan Eropa.

Baca Juga: Covid-19 Mengganas, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Batal Capai 8%

Bank Dunia mengatakan dalam sebuah laporan bulan ini bahwa output ekonomi di dua pertiga negara-negara Asia Timur dan Pasifik akan tetap di bawah tingkat pra-pandemi hingga 2022. Faktor-faktor yang meredam potensi pertumbuhan ekonomi di negara-negara itu termasuk meluasnya wabah Covid dan jatuhnya ekonomi pariwisata global. Cochrane juga menunjukkan bahwa wabah Covid di seluruh wilayah "menguatkan" permintaan domestik dan menjaga inflasi tetap moderat.

Ekonom itu menambahkan, beberapa negara Asia termasuk China, Korea Selatan dan Singapura sedang meningkatkan vaksinasi Covid. "Itu terlihat bagus, tetapi itu harus terus berlanjut," katanya.

Sementara, Cochrane menilai sejumlah negara Asia lainnya, termasuk Thailand, Indonesia dan Filipina belum secara efektif mengendalikan wabah Covid-19. Dia menilai negara-negara ini juga belum memiliki program vaksinasi yang kuat.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Kilang-kilang Asia Ogah Ikut Demam Minyak Teluk
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Prabowo: Selat Hormuz...
Prabowo: Selat Hormuz Ditutup, Kita Percaya Diri Mampu Mengatasi
Fuad Bawazier: Isu Ganti...
Fuad Bawazier: Isu Ganti Purbaya bukan Fakta, tapi Perlawanan terhadap Paradigma Baru
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
BMKG: Waspada Gelombang...
BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter hingga 2 Juli 2026
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek...
Usai KSTI 2026, Kemendiktisaintek Siapkan Kelompok Kerja Percepat Kebijakan Strategis
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Infografis
Ada Indonesia, Berikut...
Ada Indonesia, Berikut 7 Negara Terkaya di Asia versi IMF 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved