Ace Hardware Bukukan Penjualan Rp1,6 Triliun, Terbanyak Produk Perbaikan Rumah
Rabu, 23 Juni 2021 - 13:34 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I/2021. Dalam laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba Rp161,64 miliar atau turun 34,20 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp245,68 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,68 triliun atau turun 14,50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,96 triliun dengan laba per saham dasar Rp9,45.
Adapun penjualan Perseroan terdiri atas produk perbaikan rumah, produk gaya hidup, dan produk permainan. Produk perbaikan rumah menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar Rp890,26 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,02 triliun.
Baca juga: Rumah Sakit Terancam Jebol, Bima Arya: Bogor Butuh Minimal 4 Pusat Isolasi Pasien OTG
Kemudian, produk gaya hidup tercatat sebesar Rp696,38 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp840,68 miliar, produk mainan tercatat sebesar Rp60,87 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp62,24 miliar. Sementara itu, penjualan konsinyasi tercatat Rp121,31 miliar dan biaya konsinyasi tercatat Rp87,17 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,68 triliun atau turun 14,50 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,96 triliun dengan laba per saham dasar Rp9,45.
Adapun penjualan Perseroan terdiri atas produk perbaikan rumah, produk gaya hidup, dan produk permainan. Produk perbaikan rumah menjadi penyumbang terbesar penjualan sebesar Rp890,26 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,02 triliun.
Baca juga: Rumah Sakit Terancam Jebol, Bima Arya: Bogor Butuh Minimal 4 Pusat Isolasi Pasien OTG
Kemudian, produk gaya hidup tercatat sebesar Rp696,38 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp840,68 miliar, produk mainan tercatat sebesar Rp60,87 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp62,24 miliar. Sementara itu, penjualan konsinyasi tercatat Rp121,31 miliar dan biaya konsinyasi tercatat Rp87,17 miliar.
Lihat Juga :