Luhut Gandeng Amerika untuk 'Perangi' Emisi Karbon
Kamis, 24 Juni 2021 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Kolaborasi ini, papar Menko Luhut, dapat mencakup topik pemodelan energi, transisi dari energi fosil, teknologi energi bersih, dan energi bersih tingkat lanjut melalui kolaborasi G to G dan lebih luas lagi terkait dengan investasi dan kemitraan. Konkretnya adalah mungkin untuk berkolaborasi dalam perencanaan dan pelaksanaan percontohan sub-nasional untuk nol emisi karbon bersih, seperti misalnya di kawasan Bali.
Baca juga:Kalahkan Ford, Jeep Dinobatkan Sebagai Merek Amerika Paling Patriotis
“Dalam semua upaya ini, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama. Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and Communities Superpowe. Kami berencana untuk meluncurkan pusat keunggulan dalam teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,” ungkap Menko Luhut.
Menko Luhut menyatakan bahwa pemerintah Indonesia kini mencari sektor swasta untuk inovasi teknologi karena melalui kewirausahaan sektor swasta. Sebagai penutup, Menko Luhut mengajak AS untuk bersama-sama membawa isu lingkungan dan perubahan iklim ke G20 pada tahun 2022.
"Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti ‘centre of future knowledge’ yang akan fokus pada peran alih teknologi, R&D oleh investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia," tambahnya.
Baca juga:Kalahkan Ford, Jeep Dinobatkan Sebagai Merek Amerika Paling Patriotis
“Dalam semua upaya ini, kebutuhan akan perubahan dan inovasi teknologi serta pembiayaan transisi adalah yang utama. Perubahan teknologi kewirausahaan dan keuangan yang inovatif sebagai kunci untuk mengubah ekonomi kita menjadi Natural Capital Carbon and Communities Superpowe. Kami berencana untuk meluncurkan pusat keunggulan dalam teknologi dan keuangan selama masa G20 di tahun 2022,” ungkap Menko Luhut.
Menko Luhut menyatakan bahwa pemerintah Indonesia kini mencari sektor swasta untuk inovasi teknologi karena melalui kewirausahaan sektor swasta. Sebagai penutup, Menko Luhut mengajak AS untuk bersama-sama membawa isu lingkungan dan perubahan iklim ke G20 pada tahun 2022.
"Kami juga membutuhkan sebuah pusat seperti ‘centre of future knowledge’ yang akan fokus pada peran alih teknologi, R&D oleh investasi swasta dengan akademisi dan penelitian global terkemuka dalam mewujudkan masa depan yang bahagia dan berkelanjutan di Indonesia," tambahnya.
(uka)
Lihat Juga :