Hati-hati! Pekan Depan IHSG Masih Dibayangi Ledakan Covid
Jum'at, 25 Juni 2021 - 20:00 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan dibayangi sentimen peningkatan signifikan kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Setidaknya sentimen tersebut masih akan mempengaruhi pasar modal di pekan depan.
"Untuk pekan depan, terkait dengan sentimen saya rasa tidak akan jauh berbeda, dimana pelaku pasar masih mencermati peta dan jumlah penyebaran covid-19 dan kira-kira seperti apa langkah dari pemerintah," ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/6/2021).
Baca Juga: Waspada! Pekan Depan IHSG Diprediksi Bergerak Liar
Reza memperkirakan pemerintah tidak akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menanggulangi peningkatan kasus positif Covid-19 seperti awal masa pandemi di Indonesia. Meskipun begitu, dia menyebut pelaku pasar tetap akan mengalami kekhawatiran.
"Kalau saya lihat kemungkinan pemerintah tidak akan melakukan PSBB ketat seperti waktu awal pandemi, tetap saja membuat pelaku pasar khawatir. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kondisi global baik dari penyebaran covid maupun langkah-langkah stimulus yang dilakukan terutama pada negara-negara besar seperti di Eropa, AS, Jepang, dan China," kata dia.
"Untuk pekan depan, terkait dengan sentimen saya rasa tidak akan jauh berbeda, dimana pelaku pasar masih mencermati peta dan jumlah penyebaran covid-19 dan kira-kira seperti apa langkah dari pemerintah," ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/6/2021).
Baca Juga: Waspada! Pekan Depan IHSG Diprediksi Bergerak Liar
Reza memperkirakan pemerintah tidak akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menanggulangi peningkatan kasus positif Covid-19 seperti awal masa pandemi di Indonesia. Meskipun begitu, dia menyebut pelaku pasar tetap akan mengalami kekhawatiran.
"Kalau saya lihat kemungkinan pemerintah tidak akan melakukan PSBB ketat seperti waktu awal pandemi, tetap saja membuat pelaku pasar khawatir. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati kondisi global baik dari penyebaran covid maupun langkah-langkah stimulus yang dilakukan terutama pada negara-negara besar seperti di Eropa, AS, Jepang, dan China," kata dia.
Lihat Juga :