Melantai di Bursa Hari Ini, Berikut Profil Archi Indonesia

Senin, 28 Juni 2021 - 08:59 WIB
loading...
Melantai di Bursa Hari...
PT Archi Indonesia Tbk akan menawarkan 3.735.250.000 saham dengan harga penawaran Rp750 per saham. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Archi Indonesia Tbk dijadwalkan melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin (28/6/2021). Perseroan akan menawarkan 3.735.250.000 saham dengan harga penawaran Rp750 per saham.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek diantaranya PT BNI Sekuritas, PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Baca Juga: 23 Perusahaan Antre IPO di BEI, Belum Ada Nama BUMN

Archi memiliki lokasi tambang di provinsi Sulawesi Utara, mulai beroperasi sejak 2011 dan telah memproduksi total 1,9 juta ons (setara dengan 58 ton) emas hingga 2020 dan memiliki Cadangan Bijih emas sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton) per akhir Desember 2020.

Archi dikenal dengan Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia yang terdiri dari dua Kontrak Karya yang dimiliki oleh Entitas Anak Archi, yaitu PT Meares Soputan Mining (PT MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (PT TTN). Kedua Kontrak Karya ini berlaku hingga tahun 2041, dan bisa mendapatkan dua kali perpanjangan, masing-masing untuk jangka waktu maksimum 10 tahun.
Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas yang memiliki tingkat Cadangan Bijih emas tertinggi serta Umur Tambang (Life-of-Mine – LOM) terpanjang di kawasan Asia Tenggara menurut konsultan industri pertambangan CRU International Limited (CRU).

Dengan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak tahun 2011, Archi telah berhasil memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6,2 ton) emas per tahunnya sejak tahun 2016, dan mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons (setara dengan 8,4 ton) emas.

Hingga akhir tahun 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang emas sekitar 10% dari total keseluruhan area konsesinya yang memiliki luas sekitar 40.000 hektar, karena itu Archi masih memiliki potensi penambahan cadangan bijih emas secara signifikan.

Sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada tanggal 9 Februari 2021, Perseroan akan mengalokasikan sebesar 0,02% dari saham baru pada saat Penawaran Umum Perdana Saham untuk program alokasi saham kepada karyawan Perseroan (Employee Stock Allocation/ESA) yaitu sebanyak 237.500 saham, dengan harga pelaksanaan ESA yang sama dengan Harga Penawaran.

Baca Juga: Sopir Truk Kontainer Laporkan Pengemudi Pajero Arogan ke Polres Jakarta Utara

Setelah pelaksanaan Penawaran Umum Perdana Saham, Perseroan akan mengalokasikan sebesar 1,61% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham untuk program opsi pembelian saham kepada Manajemen dan Karyawan Perseroan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP) yaitu sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham, dengan harga pelaksanaan MESOP sekurang-kurangnya 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum permohonan pencatatan dilakukan ke BEI.

Berikut jajaran pengurus Archi Indonesia:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Rizki Indra Kusuma
Komisaris : Abed Nego
Komisaris : Ali Abbas Badre Alam
Komisaris Independen : Bambang Setiawan
Komisaris Independen : Hamid Awaluddin

Direksi
Direktur Utama : Kenneth Ronald Kennedy Crichton
Wakil Direktur Utama : Rudy Suhendra
Direktur : Shawn David Crispin
Direktur : Adam Jaya Putra
Direktur : Christian Emanuel David Sompie
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Sempat Merah di Awal...
Sempat Merah di Awal Sesi, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.206
Bursa Saham Dibuka Lesu,...
Bursa Saham Dibuka Lesu, IHSG Lanjut Melemah ke 6.065 Pagi Ini
Maksimalkan Potensi...
Maksimalkan Potensi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Didorong Segera Buka Lelang WIUP Muratara
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Bareskrim Geledah Toko...
Bareskrim Geledah Toko Emas di Surabaya, Usut Aliran Dana TPPU Tambang Ilegal
Rekomendasi
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved