Mau Beli Rumah? Petakan Dulu Kawasan yang Harganya Turun dan Suplai Naik
Selasa, 29 Juni 2021 - 20:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Rumah.com Indonesia Property Market Index – Suplai (RIPMI-S) berada pada angka 178,2. Indeks menunjukkan adanya pertumbuhan suplai properti sebesar 8,4% secara kuartalan pada Q1 2021. Pertumbuhan suplai ini melambat jika dibandingkan Q4 2020 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,6% (quarter-on-quarter).
Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Baca juga:Mengenal Fahd bin Turki Al Saud, Pangeran Saudi yang Coba Kudeta Raja Salman
Meski RIPMI-H secara nasional turun secara kuartalan pada awal tahun ini, sejumlah provinsi masih menunjukkan kenaikan kuartalan seperti Banten (1,62%), Jawa Tengah (1,37%), dan Jawa Barat (0,49%). Ada tiga kota yang cukup resisten di saat indeks harga properti nasional turun secara kuartalan. Pertumbuhan yang cukup signifikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga untuk tipe rumah tapak.
Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 7,3% (quarter-on-quarter) pada kuartal pertama 2021. Kenaikan disebabkan oleh naiknya harga rumah tapak sebesar 7,89% (quarter-on-quarter). Sementara itu, harga apartemen turun sebesar 3,04% (quarter-on-quarter).
Kenaikan indeks harga yang cukup tinggi juga terjadi di Kota Depok, yakni sebesar 5,20% (quarter-on-quarter). Harga rumah tapak di Depok meningkat sebesar 5,76% (quarter-on-quarter) sementara harga apartemen turun 2,42% (quarter-on-quarter).
Tren yang sama juga terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Indeks harga properti di Semarang mengalami kenaikan sebesar 1,44% (quarter-on-quarter). Kenaikan ini didorong oleh kenaikan rumah tapak sebesar 2,52% (quarter-on-quarter) sedangkan harga apartemen turun sebesar 0,6% (quarter-on-quarter).
Wilayah-wilayah di DKI Jakarta justru mengalami penurunan secara merata di kisaran 0,44% per kuartal. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 1,52% (quarter-on-quarter) pada kuartal pertama 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun sebesar 1,19% (quarter-on-quarter). Turunnya harga di kedua wilayah Jakarta ini terjadi baik di segmen rumah tapak maupun apartemen.
Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) ini memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Baca juga:Mengenal Fahd bin Turki Al Saud, Pangeran Saudi yang Coba Kudeta Raja Salman
Meski RIPMI-H secara nasional turun secara kuartalan pada awal tahun ini, sejumlah provinsi masih menunjukkan kenaikan kuartalan seperti Banten (1,62%), Jawa Tengah (1,37%), dan Jawa Barat (0,49%). Ada tiga kota yang cukup resisten di saat indeks harga properti nasional turun secara kuartalan. Pertumbuhan yang cukup signifikan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga untuk tipe rumah tapak.
Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 7,3% (quarter-on-quarter) pada kuartal pertama 2021. Kenaikan disebabkan oleh naiknya harga rumah tapak sebesar 7,89% (quarter-on-quarter). Sementara itu, harga apartemen turun sebesar 3,04% (quarter-on-quarter).
Kenaikan indeks harga yang cukup tinggi juga terjadi di Kota Depok, yakni sebesar 5,20% (quarter-on-quarter). Harga rumah tapak di Depok meningkat sebesar 5,76% (quarter-on-quarter) sementara harga apartemen turun 2,42% (quarter-on-quarter).
Tren yang sama juga terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Indeks harga properti di Semarang mengalami kenaikan sebesar 1,44% (quarter-on-quarter). Kenaikan ini didorong oleh kenaikan rumah tapak sebesar 2,52% (quarter-on-quarter) sedangkan harga apartemen turun sebesar 0,6% (quarter-on-quarter).
Wilayah-wilayah di DKI Jakarta justru mengalami penurunan secara merata di kisaran 0,44% per kuartal. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 1,52% (quarter-on-quarter) pada kuartal pertama 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun sebesar 1,19% (quarter-on-quarter). Turunnya harga di kedua wilayah Jakarta ini terjadi baik di segmen rumah tapak maupun apartemen.
Lihat Juga :