Jelang PPKM Darurat, Rupiah Merunduk ke Level Rp14.500
Rabu, 30 Juni 2021 - 18:52 WIB
loading...
A
A
A
Dia menyampaikan, efisiensi besar-besaran harus dilakukan dunia usaha agar bisa bertahan hidup. Salah satunya adalah dengan merumahkan, memangkas upah, atau bahkan menjatuhkan vonis Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada karyawan. “Apalagi sektor perdagangan serta akomodasi makan-minum adalah sektor usaha yang banyak menyerap tenaga kerja,” tuturnya.
Lebih lanjut Ibrahim mengatakan per Februari 2021, sektor perdagangan menyerap 19,2% dari total angkatan kerja sementara akomodasi makan-minum adalah 6,99%.
Baca juga: Said Iqbal Sebut Jika Covid19 Gak Kelar, PHK Buruh Ritel Menunggu Waktu
Dengan diberlakukannya PPKM Darurat maka konsumsi masyarakat dan investasi akan kembali stagnan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yang kemungkinan terjadi kontraksi lebih dalam lagi dari kuartal ketiga tahun sebelumnya (YoY).
Dapun untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp14.490-Rp14.550 per dolar AS.
Lebih lanjut Ibrahim mengatakan per Februari 2021, sektor perdagangan menyerap 19,2% dari total angkatan kerja sementara akomodasi makan-minum adalah 6,99%.
Baca juga: Said Iqbal Sebut Jika Covid19 Gak Kelar, PHK Buruh Ritel Menunggu Waktu
Dengan diberlakukannya PPKM Darurat maka konsumsi masyarakat dan investasi akan kembali stagnan dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga yang kemungkinan terjadi kontraksi lebih dalam lagi dari kuartal ketiga tahun sebelumnya (YoY).
Dapun untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan akan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp14.490-Rp14.550 per dolar AS.
(ind)
Lihat Juga :