Jangan Disepelekan, Orang Rimba sudah Akrab dengan Perbankan
Jum'at, 02 Juli 2021 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Haidir, pemberitaan bombastis terkait orang Rimba mengindikasikan adanya kepentingan kelompok tertentu untuk menafikan peran dan kontribusi pemerintah dan para pihak dalam upaya pemberdayaan Orang Rimba.
(Baca juga:Dukcapil Terbitkan 3.180 Dokumen Kependudukan bagi Suku Anak Dalam)
“Kilas balik pemberitaan tentang ketertinggalan Orang Rimba secara series dan berdekatan dapat mengaburkan pencapaian upaya berbagai pihak dalam penanganan persoalan Orang Rimba,” kata Haidir.
Saat ini yang diperlukan kerja sama para pihak dengan modal sosial masing-masing bersinergi satu sama lain dalam penanganan persoalan Orang Rimba.”Sinergi seperti ini akan memberikan energi positif,” kata Haidir.
(Baca juga:Tolak Tambang Batu Bara, Warga Suku Anak Dalam di Tebo Siap Lawan)
Namun demikian, Haidir mengatakan, pihaknya tetap terbuka terhadap berbagai kritik untuk perbaikan yang relevan dengan kondisi saat ini. Berbagai pihak sebenarnya sangat memahami bahwa Orang Rimba jauh tertinggal dalam banyak hal, padahal berkedudukan sama sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Mereka tertinggal dalam kapasitas pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan, teknologi dan peradaban modern.
(Baca juga:Dukcapil Terbitkan 3.180 Dokumen Kependudukan bagi Suku Anak Dalam)
“Kilas balik pemberitaan tentang ketertinggalan Orang Rimba secara series dan berdekatan dapat mengaburkan pencapaian upaya berbagai pihak dalam penanganan persoalan Orang Rimba,” kata Haidir.
Saat ini yang diperlukan kerja sama para pihak dengan modal sosial masing-masing bersinergi satu sama lain dalam penanganan persoalan Orang Rimba.”Sinergi seperti ini akan memberikan energi positif,” kata Haidir.
(Baca juga:Tolak Tambang Batu Bara, Warga Suku Anak Dalam di Tebo Siap Lawan)
Namun demikian, Haidir mengatakan, pihaknya tetap terbuka terhadap berbagai kritik untuk perbaikan yang relevan dengan kondisi saat ini. Berbagai pihak sebenarnya sangat memahami bahwa Orang Rimba jauh tertinggal dalam banyak hal, padahal berkedudukan sama sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Mereka tertinggal dalam kapasitas pendidikan, sosial ekonomi, kesehatan, teknologi dan peradaban modern.
Lihat Juga :