Luhut Geram Oknum Permainkan Harga Obat Covid-19, Kabareskrim Diminta Turun Tangan

Sabtu, 03 Juli 2021 - 19:35 WIB
loading...
Luhut Geram Oknum Permainkan...
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mulai merasa gerah atas adanya oknum-oknum yang berupaya mengambil keuntungan di tengah situasi darurat lonjakan Covid-19 saat ini. Oknum-oknum yang dimaksud adalah pihak-pihak yang mempermainkan harga obat-obatan yang digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 .

Luhut mengungkapkan, dirinya mendapatkan laporan dari lapangan bahwa ada oknum yang mencari keuntungan di tengah musibah saat ini. Salah satunya terkait harga obat Ivermectin yang kini dikerek mencapai puluhan ribu.

Baca Juga: Menkes Tetapkan Harga Eceran Tertinggi 11 Obat Covid-19, Ini Rinciannya

"Kelihatan harga obat itu mulai tidak teratur, dinaik-naikan. Seperti obat Ivermectin sampai berapa puluh ribu, padahal itu di bawah Rp10.000," dalam konferensi pers, Sabtu (3/7/2021).

Guna mengatasi hal itu, Luhut meminta Kabareskrim Polri untuk memberantas dengan tegas para pelaku yang mencari keuntungan di tengah pandemi. "Saya minta Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto jangan ragu-ragu dalam keadaan darurat seperti, dari Kejaksaan juga. Kita harus tindak tegas orang yang bermain-main dengan angka ini. Saya enggak ada urusan siapa dia, enggak ada urusan beking-bekingan. Pokoknya sampai ke akar-akarnya kita cabut saja," tegasnya.

Luhut juga meminta agar Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin membuat patokan harga eceran tertinggi bagi sejumlah obat yang sering digunakan selama masa pandemi. Luhut juga meminta jika ada penjual yang masih 'nakal' agar langsung dicabut izinnya.

Baca Juga: Bio Farma Akan Impor 60.000 Botol Remdesivir dari India

"Saya mohon nanti Pak Agus dengan kejaksaan melakukan patroli pengecekan dan di mana, tindakannya enggak usah tanya ba-bi-bu, langsung diproses, langsung dihukum saja. Dan izinnya nanti kalau perlu kita cabut," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD,...
Rupiah Nyungsep ke Rp17.667/USD, Luhut Ingatkan OJK Punya Tugas Tambahan
Luhut Buka Suara Soal...
Luhut Buka Suara Soal Gonjang-ganjing Bursa Saham RI: Investor Global Masih Wait and See
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Prabowo Subianto Kunjungi...
Prabowo Subianto Kunjungi Luhut Binsar Pandjaitan di Hari Natal
Said Didu Singgung Luhut...
Said Didu Singgung Luhut soal Proyek Whoosh Bermasalah Sejak Awal: Dia Tahu Busuk Kenapa Tidak Dihentikan
Rekomendasi
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Harga BBM Pertamina...
Harga BBM Pertamina Resmi Turun Lagi per 1 Oktober 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved