Tani Centre IPB Kritisi Impor Beras Ketan 'Sarinah'

Senin, 05 Juli 2021 - 15:20 WIB
loading...
A A A
(Baca juga:Jokowi: Pemerintah Sebetulnya Tak Suka Impor Beras)

Hermanu menyampaikan hal ini karena adanya keluhan dari petani di berbagi daerah. Berdasarkan informasi dari petani ketan Subang, Lumajang, Majalengka dan Bali yang sedang bersemangat dan berusaha melakukan produksi secara efisien untuk memenuhi permintaan pasar, kebijakan ini sangat bertolak belakang. Selain itu beras ketan impor Sarinah yang dijual dengan harga Rp10.000, dinilai juga merusak harga yang ada di pasar.

“Informasi dari petani, modal ketan lokal di pabrik dengab mutu yang di bawahnya sedikit, sudah seharga Rp10.000. Artinya kehadiran beras ketan Sarinah ini berpotensi dapat menyulitkan petani lokal kita yang sekarang ini sedang menghadapi kesulitan akibat pandemi Covid,” kata akademisi yang pernah menjadi Ketua Gerakan Tani Nusantara (GPN) ini.

(Baca juga:Produk UMKM yang Mau Mejeng di Sarinah Bakal Disaring pada Juni-Juli 2021)

Menurut Hermanu, pada masa sulit sekarang seharusnya pemerintah hadir di tengah petani dengan membuat kebijakan yang tidak merugikan. “Di saat harga petani sedang bagus tapi pemerintah melakukan impor, maka sebenarnya pemerintah tidak hadir untuk rakyatnya. Kita sayang dan dukung Pak Jokowi tapi kebijakan impor ditambah lagi dengan menggunakan nama Sarinah, rasanya sangat mengganggu nasionalisme terhadap negeri ini,” kata Hermanu.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Angkat Daya Beli Konsumen...
Angkat Daya Beli Konsumen Jelang Lebaran 2026, Sarinah Tebar Diskon hingga 50%
Bagian dari Negosiasi...
Bagian dari Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Bakal Impor Beras AS 1.000 Ton
Berbahayanya 1.000 Ton...
Berbahayanya 1.000 Ton Beras Ilegal, Mentan Amran: Penghianatan Terhadap Petani
Diangkut Pakai 6 Kapal,...
Diangkut Pakai 6 Kapal, Mentan Amran Sita 1.000 Ton Beras Ilegal
Indonesia Larang Impor...
Indonesia Larang Impor Beras, Gula, dan Jagung Mulai 2026
Kisah Aulia, Anak Tukang...
Kisah Aulia, Anak Tukang Tambal Ban yang Sukses Jadi Lulusan Terbaik IPB University
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
IPB Cetak Sejarah Jadi...
IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran
Rekomendasi
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
Infografis
Mobil Dinas Harus Maung,...
Mobil Dinas Harus Maung, Prabowo Larang Menteri Pakai Mobil Impor
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved