RI Bakal Banjir Ivermectin, Kimia Farma Siap Produksi 16 Juta Tablet Sebulan
Rabu, 07 Juli 2021 - 15:05 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketersediaan obat Ivermectin terus digenjot Kementerian BUMN sebagai pemegang saham mayoritas Holding BUMN Farmasi. Melalui PT Kimia Farma (Persero) Tbk, tingkat produksi Ivermectin bisa mencapai 16 juta tablet per bulannya.
Sementara PT Indofarma (Persero) Tbk, atau INAF, juga meningkatkan jumlah produksi hingga mencapai 13,8 juta tablet per bulan. Saat ini emiten masih memproduksi obat anti-parasit dengan kapasitas 4,5 juta tablet per bulan.
"Makanya, kemarin saya sampaikan produksi ini akan kita tingkatkan lagi. Double bisa menjadi 8,5 juta tablet per bulan. Masih kurang? Kita minta Kimia Farma sesuai dengan izin BPOM, tadikan Indofarma yang 8,5 juta, Kimia Farma bisa produksi dobel lagi bisa 16 juta," ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di kawasan Jakarta International Equestrian Park, Rabu (7/7/2021).
Baca Juga: Jangan Tertipu! Berikut Daftar Harga Terbaru Obat Terapi Covid-19
Saat ini, ketersediaan obat anti-parasit di pulau Jawa mencapai 144.000 botol. Sementara di kawasan Jabotabek tercatat 10.000 botol saja. Erick menilai stok tersebut masih cukup, namun demikian, masih harus diproduksi untuk menjaga kelangkaan obat terapi tersebut. Pernyataan ini sekaligus merespon isu kelangkaan ivermectin.
"Dua hari lalu saya sudah cek, hari ini belum saya cek bahwa itu untuk Jabotabek sendiri sudah ada 10.000 botol, waktu itu ya, dua, tiga hari yang lalu. Di seluruh Jawa itu ada 144.000 botol. Menurut saya itu, cukup, kurang," katanya.
Erick menyebut, pemerintah berupaya untuk menjaga ketersediaan obat-obatan tersebut terus beredar di pasar, namun, proses pembeliannya tetap mengacu pada rekomendasi atau resep dokter.
"Yang harus kita jaga sekarang justru daripada pengadaan atau kesediaan daripada terapi obat. Dan kami dari BUMN sendiri, tentu ini market, kita mengerti, kita banjirilah pasarnya dengan obat-obat yang kami produksi. Seperti oseltamivir, ivermectin," tutur dia.
Sementara PT Indofarma (Persero) Tbk, atau INAF, juga meningkatkan jumlah produksi hingga mencapai 13,8 juta tablet per bulan. Saat ini emiten masih memproduksi obat anti-parasit dengan kapasitas 4,5 juta tablet per bulan.
"Makanya, kemarin saya sampaikan produksi ini akan kita tingkatkan lagi. Double bisa menjadi 8,5 juta tablet per bulan. Masih kurang? Kita minta Kimia Farma sesuai dengan izin BPOM, tadikan Indofarma yang 8,5 juta, Kimia Farma bisa produksi dobel lagi bisa 16 juta," ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat ditemui di kawasan Jakarta International Equestrian Park, Rabu (7/7/2021).
Baca Juga: Jangan Tertipu! Berikut Daftar Harga Terbaru Obat Terapi Covid-19
Saat ini, ketersediaan obat anti-parasit di pulau Jawa mencapai 144.000 botol. Sementara di kawasan Jabotabek tercatat 10.000 botol saja. Erick menilai stok tersebut masih cukup, namun demikian, masih harus diproduksi untuk menjaga kelangkaan obat terapi tersebut. Pernyataan ini sekaligus merespon isu kelangkaan ivermectin.
"Dua hari lalu saya sudah cek, hari ini belum saya cek bahwa itu untuk Jabotabek sendiri sudah ada 10.000 botol, waktu itu ya, dua, tiga hari yang lalu. Di seluruh Jawa itu ada 144.000 botol. Menurut saya itu, cukup, kurang," katanya.
Erick menyebut, pemerintah berupaya untuk menjaga ketersediaan obat-obatan tersebut terus beredar di pasar, namun, proses pembeliannya tetap mengacu pada rekomendasi atau resep dokter.
"Yang harus kita jaga sekarang justru daripada pengadaan atau kesediaan daripada terapi obat. Dan kami dari BUMN sendiri, tentu ini market, kita mengerti, kita banjirilah pasarnya dengan obat-obat yang kami produksi. Seperti oseltamivir, ivermectin," tutur dia.
Lihat Juga :