Ada PPKM Darurat, Penjualan Rumah di Menteng dan Pondok Indah Jadi Perbincangan
Jum'at, 09 Juli 2021 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Bagi mereka yang mencari properti untuk berinvestasi, peluang tersebut sebenarnya lebih terlihat di daerah tengah kota dengan kisaran harga yang masih terjangkau misalnya Cempaka Putih, Jakarta Pusat, karena pergerakan suplai dan harganya lebih dinamis serta lebih mudah diamati. Selain itu harga per meternya masih lebih terjangkau, hampir sepertiga dari wilayah Menteng.
Begitu juga dengan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang punya peluang berkembang karena adanya transportasi umum MRT. Kedua daerah ini mengalami penurunan di kuartal-kuartal tertentu sehingga membuka peluang masuk berinvestasi namun jika dilihat dalam horizon dua tahun masih mengalami peningkatan harga.
Untuk dijadikan pertimbangan bahwa ukuran kaveling di kedua area pembahasan tersebut cukup besar, sehingga mungkin perlu terobosan untuk membaginya menjadi ukuran unit yang lebih kecil sesuai selera dan kebiasaan masa kini. Ukuran unit yang lebih kecil, atau bahkan menjadi hunian vertikal, dapat memecah kebuntuan kondisi lahan hunian di tengah kota karena dapat membuatnya properti di tengah kota menjadi lebih terjangkau, lebih likuid, serta meningkatkan tingkat okupansi jika disewakan.
Marine menambahkan bahwa berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2021 menunjukkan terjadinya penurunan indeks harga dan kenaikan indeks suplai properti. Namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil. Hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 adalah masih tingginya pencarian properti pada kuartal pertama 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Selain itu pemerintah juga masih memberikan berbagai stimulus bagi sektor properti seperti perpanjangan pemberian insentif PPN Properti hingga akhir tahun 2021, pembelian properti pertama tanpa uang muka, serta tren suku bunga yang terus turun. Bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat terbaik untuk membeli properti,” pungkas Marine.
Begitu juga dengan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, yang punya peluang berkembang karena adanya transportasi umum MRT. Kedua daerah ini mengalami penurunan di kuartal-kuartal tertentu sehingga membuka peluang masuk berinvestasi namun jika dilihat dalam horizon dua tahun masih mengalami peningkatan harga.
Untuk dijadikan pertimbangan bahwa ukuran kaveling di kedua area pembahasan tersebut cukup besar, sehingga mungkin perlu terobosan untuk membaginya menjadi ukuran unit yang lebih kecil sesuai selera dan kebiasaan masa kini. Ukuran unit yang lebih kecil, atau bahkan menjadi hunian vertikal, dapat memecah kebuntuan kondisi lahan hunian di tengah kota karena dapat membuatnya properti di tengah kota menjadi lebih terjangkau, lebih likuid, serta meningkatkan tingkat okupansi jika disewakan.
Marine menambahkan bahwa berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2021 menunjukkan terjadinya penurunan indeks harga dan kenaikan indeks suplai properti. Namun, pasar properti nasional diperkirakan masih akan tetap stabil. Hal lain yang dapat menjaga optimisme pasar properti di 2021 adalah masih tingginya pencarian properti pada kuartal pertama 2021 dibandingkan kuartal sebelumnya.
“Selain itu pemerintah juga masih memberikan berbagai stimulus bagi sektor properti seperti perpanjangan pemberian insentif PPN Properti hingga akhir tahun 2021, pembelian properti pertama tanpa uang muka, serta tren suku bunga yang terus turun. Bagi konsumen yang sudah siap secara finansial, inilah saat terbaik untuk membeli properti,” pungkas Marine.
(uka)
Lihat Juga :