Ada PPKM Darurat, Penjualan Rumah di Menteng dan Pondok Indah Jadi Perbincangan
Jum'at, 09 Juli 2021 - 22:16 WIB
loading...
A
A
A
Jika dibandingkan dengan kenaikan dan penurunan indeks harga pada Q1 menurut data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q2 2021, wilayah-wilayah di DKI Jakarta mengalami penurunan secara merata di kisaran 0,44% per kuartal. Wilayah dengan penurunan harga terbesar adalah Jakarta Pusat, yang turun sebesar 1,52% (quarter-to-quarter) pada kuartal pertama 2021. Sementara itu, Jakarta Selatan turun sebesar 1,19% (quarter-to-quarter). Artinya, tingkat penurunan harga di area Menteng dan Pondok Indah masih lebih rendah dibanding tingkat penurunan secara umum di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Memiliki rumah mewah di kawasan elit seperti Menteng dan Pondok Indah memang impian banyak orang. Rumah.com ingin membantu mewujudkan impian punya rumah, dengan menyampaikan data dan actionable insight yang membantu pencari rumah mengambil keputusan.
“Penurunan harga perumahan mewah memang telah terjadi, namun kemungkinan besar para pemilik masih mampu menahan sehingga tidak akan mengobral begitu saja. Namun tren penurunan harga di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan memang terjadi secara luas, baik di segmen rumah tapak maupun apartemen. Kedua wilayah ini memiliki harga per meter persegi yang tertinggi di antara wilayah Jakarta lainnya. Penurunan harga di kedua wilayah ini masih terbilang wajar karena permintaan untuk harga di kisaran ini memang sedang rendah,” ungkap Marine.
Di sisi lain, indeks pencarian properti di Rumah.com terus mengalami kenaikan termasuk di wilayah DKI Jakarta. Pencarian properti di Rumah.com pada kuartal I 2021 naik sebesar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat sebesar 183%. Di wilayah Jakarta Pusat naik tipis dari 250 poin menjadi 253 poin pada Q1 2021. Sementara di wilayah Jakarta Selatan naik dari 213 poin menjadi 251 poin pada Q1 2021. Wilayah yang menjadi area pencarian tertinggi adalah Jakarta Utara, naik dari 314 poin menjadi 352 poin pada Q1 2021.
Kenaikan indeks pencarian properti ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, karena kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah pada kuartal sebelumnya, yaitu pada akhir tahun, masyarakat lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan.
Sementara itu, pencarian properti di kawasan Jabodetabek masih didominasi pencarian rumah tapak, yakni sebesar 90% dari total pencarian properti di Rumah.com, dengan lokasi pencarian yang paling populer adalah Jakarta Selatan (24%). Jika diakumulasikan, mayoritas pencarian (56%) berasal dari DKI Jakarta. Kisaran harga yang paling diminati berasal dari kisaran Rp300 Juta hingga Rp750 Juta (27%). Sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp1 miliar (56%).
Baca juga:AS Kirim Kapal Serbu Amfibi ke Laut Hitam, Anggap Sepi Kemarahan Rusia
Memiliki rumah mewah di kawasan elit seperti Menteng dan Pondok Indah memang impian banyak orang. Rumah.com ingin membantu mewujudkan impian punya rumah, dengan menyampaikan data dan actionable insight yang membantu pencari rumah mengambil keputusan.
“Penurunan harga perumahan mewah memang telah terjadi, namun kemungkinan besar para pemilik masih mampu menahan sehingga tidak akan mengobral begitu saja. Namun tren penurunan harga di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan memang terjadi secara luas, baik di segmen rumah tapak maupun apartemen. Kedua wilayah ini memiliki harga per meter persegi yang tertinggi di antara wilayah Jakarta lainnya. Penurunan harga di kedua wilayah ini masih terbilang wajar karena permintaan untuk harga di kisaran ini memang sedang rendah,” ungkap Marine.
Di sisi lain, indeks pencarian properti di Rumah.com terus mengalami kenaikan termasuk di wilayah DKI Jakarta. Pencarian properti di Rumah.com pada kuartal I 2021 naik sebesar 26% dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pencarian properti di Rumah.com masih meningkat sebesar 183%. Di wilayah Jakarta Pusat naik tipis dari 250 poin menjadi 253 poin pada Q1 2021. Sementara di wilayah Jakarta Selatan naik dari 213 poin menjadi 251 poin pada Q1 2021. Wilayah yang menjadi area pencarian tertinggi adalah Jakarta Utara, naik dari 314 poin menjadi 352 poin pada Q1 2021.
Kenaikan indeks pencarian properti ini memang erat kaitannya dengan siklus properti tahunan, karena kuartal pertama merupakan masa di mana permintaan properti meningkat, setelah pada kuartal sebelumnya, yaitu pada akhir tahun, masyarakat lebih memfokuskan pengeluaran untuk kebutuhan belanja konsumtif dan liburan.
Sementara itu, pencarian properti di kawasan Jabodetabek masih didominasi pencarian rumah tapak, yakni sebesar 90% dari total pencarian properti di Rumah.com, dengan lokasi pencarian yang paling populer adalah Jakarta Selatan (24%). Jika diakumulasikan, mayoritas pencarian (56%) berasal dari DKI Jakarta. Kisaran harga yang paling diminati berasal dari kisaran Rp300 Juta hingga Rp750 Juta (27%). Sementara jika diakumulasikan, mayoritas pencarian menginginkan hunian di bawah Rp1 miliar (56%).
Baca juga:AS Kirim Kapal Serbu Amfibi ke Laut Hitam, Anggap Sepi Kemarahan Rusia
Lihat Juga :