BUMN Didorong Transformasi Digital, Ini Upaya Kliring Berjangka Indonesia
Senin, 12 Juli 2021 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
"Terkait digitalisasi ini, KBI sudah menyiapkan road map jangka panjang, yang ke depan diharapkan KBI akan bertransformasi dari perusahaan kliring yang menggunakan teknologi digital, menjadi perusahaan digital yang memiliki lisensi kliring," kata dia.
Digitalisasi yang dilakukan di KBI tidak hanya untuk layanan eksternal, seperti para pemangku kepentingan, tetapi juga digitalisasi dalam operasional internal. Dalam hal layanan untuk pemangku kepentingan terkait peran KBI sebagai lembaga kliring, saat ini semua laporan terkait kegiatan kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi telah dilakukan secara digital.
Untuk sistem resi gudang, KBI belum lama ini telah memperbarui aplikasi registrasi dengan mengaplikasikan teknologi blockchain dan smart contract. Sedangkan dari sisi internal, berbagai program digitalisasi pun telah dan sedang dilakukan BUMN ini, seperti apliaksi e-nota, Human Resources Information System (HRIS), serta sistem internal yang terotomasi.
Baca Juga: Bahaya! Sepekan PPKM Darurat Warga Kota Bogor Masih Banyak yang Masa Bodoh
Fajar melanjutkan tantangan digitalisasi KBI tidak hanya digitalisasi dalam proses bisnisnya, namun juga perubahan pola pikir karyawannya yang lebih berorientasi digital. Penekanannya lebih ke bagaimana karyawan memiliki pola pikir digital. "Digitalisasi bisnis yang dilakukan KBI ini tentunya sejalan dengan core value BUMN yaitu AKHLAK, dimana salah satu nilai utamanya adalah Adaptif. Dalam nilai Adaptif ini, KBI senantiasa terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan maupun menghadapi perubahan," pungkasnya.
Digitalisasi yang dilakukan di KBI tidak hanya untuk layanan eksternal, seperti para pemangku kepentingan, tetapi juga digitalisasi dalam operasional internal. Dalam hal layanan untuk pemangku kepentingan terkait peran KBI sebagai lembaga kliring, saat ini semua laporan terkait kegiatan kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi telah dilakukan secara digital.
Untuk sistem resi gudang, KBI belum lama ini telah memperbarui aplikasi registrasi dengan mengaplikasikan teknologi blockchain dan smart contract. Sedangkan dari sisi internal, berbagai program digitalisasi pun telah dan sedang dilakukan BUMN ini, seperti apliaksi e-nota, Human Resources Information System (HRIS), serta sistem internal yang terotomasi.
Baca Juga: Bahaya! Sepekan PPKM Darurat Warga Kota Bogor Masih Banyak yang Masa Bodoh
Fajar melanjutkan tantangan digitalisasi KBI tidak hanya digitalisasi dalam proses bisnisnya, namun juga perubahan pola pikir karyawannya yang lebih berorientasi digital. Penekanannya lebih ke bagaimana karyawan memiliki pola pikir digital. "Digitalisasi bisnis yang dilakukan KBI ini tentunya sejalan dengan core value BUMN yaitu AKHLAK, dimana salah satu nilai utamanya adalah Adaptif. Dalam nilai Adaptif ini, KBI senantiasa terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan maupun menghadapi perubahan," pungkasnya.
(nng)
Lihat Juga :