Elnusa Catatkan Realisasi Kontrak Rp6,5 Triliun di Semester I/2021
Senin, 12 Juli 2021 - 20:04 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Elnusa Tbk (Elnusa) pada semester pertama 2021 ini berhasil membukukan realisasi kontrak kerja konsolidasi senilai Rp6,5 triliun. Jumlah ini setara dengan 75% dari rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2021.
Corporate Secretary Elnusa Ari Wijaya mengatakan, pada sektor hulu, segmen ini masih menjadi primadona berbekal pada total solution services yang dimiliki seperti jasa perawatan sumur serta operation maintenance, meskipun pada segmen ini terdapat sedikit koreksi pada jasa eksplorasi yang dikarenakan mundurnya beberapa proyek hulu migas.
"Keberagaman portofolio jasa yang dimiliki Elnusa tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi kami," ujarnya dalam siaran pers, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Elnusa Rampungkan Pencarian Cadangan Migas di Kutai Timur
Selain itu, adanya pembatasan yang diterapkan pemerintah di masa pandemi seperti PPKM Darurat diperkirakan akan memberikan dampak pada segmen distribusi dan logistik energi. Di sisi lain, pada segmen jasa penunjang saat ini masih menunjukkan pertumbuhannya dengan baik.
"Melalui optimalisasi strategi diversifikasi portofolio tersebut kami yakini mampu saling menopang satu sama lain dalam mendukung capaian konsolidasi kedepannya," ungkapnya.
Dia melanjutkan, memberikan layanan pada masa pemberlakuan PPKM Darurat juga berdampak pada naiknya biaya operasi. Protokol kesehatan dilakukan lebih ketat.
Corporate Secretary Elnusa Ari Wijaya mengatakan, pada sektor hulu, segmen ini masih menjadi primadona berbekal pada total solution services yang dimiliki seperti jasa perawatan sumur serta operation maintenance, meskipun pada segmen ini terdapat sedikit koreksi pada jasa eksplorasi yang dikarenakan mundurnya beberapa proyek hulu migas.
"Keberagaman portofolio jasa yang dimiliki Elnusa tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi kami," ujarnya dalam siaran pers, Senin (12/7/2021).
Baca Juga: Elnusa Rampungkan Pencarian Cadangan Migas di Kutai Timur
Selain itu, adanya pembatasan yang diterapkan pemerintah di masa pandemi seperti PPKM Darurat diperkirakan akan memberikan dampak pada segmen distribusi dan logistik energi. Di sisi lain, pada segmen jasa penunjang saat ini masih menunjukkan pertumbuhannya dengan baik.
"Melalui optimalisasi strategi diversifikasi portofolio tersebut kami yakini mampu saling menopang satu sama lain dalam mendukung capaian konsolidasi kedepannya," ungkapnya.
Dia melanjutkan, memberikan layanan pada masa pemberlakuan PPKM Darurat juga berdampak pada naiknya biaya operasi. Protokol kesehatan dilakukan lebih ketat.
Lihat Juga :