Terbang ke AS, Bahlil Perkuat Kerja Sama Investasi
Selasa, 13 Juli 2021 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Melalui amanat UU Cipta Kerja, setiap investasi yang masuk ke suatu daerah, harus bermitra dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah setempat. "Kemudahan berusaha terus ditingkatkan. Kami akan kawal. Namun investor dan pengusaha di daerah harus tumbuh bersama, menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan bagi kedua pihak," tutur dia.
Konjen RI di New York Arifi Saiman menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Investasi yang masih bersedia berkunjung ke AS meski dalam kondisi pandemi. Dia menilai langkah itu menunjukkan keseriusan pemerintah meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.
Baca Juga: 10 Hari PPKM, DIY Makin Parah, Sehari Tambah 2.731 Kasus COVID-19
“Pak Bahlil adalah menteri pertama yang berkunjung ke KJRI New York di tahun 2021. Kami bersyukur karena ada beberapa investor potensial yang sedang menjajaki peluang investasi ke Indonesia. Adanya UU CK menjadi kekuatan Indonesia di mata investor, ” kata Arifi.
Bahlil juga melakukan pertemuan dengan American Indonesian Chamber of Commerce (AICC). Di forum tersebut dia memaparkan sektor investasi yang didorong Indonesia di antaranya industri berorientasi ekspor, industri farmasi dan alat kesehatan, serta hilirisasi sumber daya alam.
Konjen RI di New York Arifi Saiman menyampaikan apresiasinya kepada Menteri Investasi yang masih bersedia berkunjung ke AS meski dalam kondisi pandemi. Dia menilai langkah itu menunjukkan keseriusan pemerintah meningkatkan hubungan kerja sama ekonomi kedua negara.
Baca Juga: 10 Hari PPKM, DIY Makin Parah, Sehari Tambah 2.731 Kasus COVID-19
“Pak Bahlil adalah menteri pertama yang berkunjung ke KJRI New York di tahun 2021. Kami bersyukur karena ada beberapa investor potensial yang sedang menjajaki peluang investasi ke Indonesia. Adanya UU CK menjadi kekuatan Indonesia di mata investor, ” kata Arifi.
Bahlil juga melakukan pertemuan dengan American Indonesian Chamber of Commerce (AICC). Di forum tersebut dia memaparkan sektor investasi yang didorong Indonesia di antaranya industri berorientasi ekspor, industri farmasi dan alat kesehatan, serta hilirisasi sumber daya alam.
(nng)
Lihat Juga :