10 Hari PPKM Darurat, Omzet Pengusaha Hotel di Batu Malang Drop
Selasa, 13 Juli 2021 - 21:49 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/Avirista
A
A
A
MALANG - Okupansi hotel di Malang raya makin habis di tengah lonjakan kasus Covid-19 dan penerapan PPKM darurat hingga hari ke 10 ini. Bahkan banyak hotel di Kota Batu terpaksa menutup operasionalnya demi mengurangi kerugian lebih besar.
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengakui ada beberapa hotel di Kota Batu yang menutup operasionalnya demi mengurangi beban operasional. Penutupan dilakukan saat pemberlakuan PPKM darurat di Kota Batu. "Ada yang menutup operasionalkan sementara 1 - 2 hotel, daripada menanggung kerugian terus menerus, masuk tapi nggak ada yang dikerjakan, milih tutup sementara," ucap Sujud dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa sore (13/7/2021).
Baca Juga: Hotel Runtuh di China Timur, Satu Orang Tewas dan 10 Orang Hilang
Sujud menambahkan, beberapa hotel yang masih memaksa beroperasi di Kota Batu pun tak ada okupansi. Hal ini dirasakannya sejak awal penerapan PPKM darurat. "Okupansi 0 persen. Jadi hanya 1 - 2 (hotel) yang masuk itu pun jarang, kebanyakan 0 persen tanpa, wajarlah, apalagi penyekatan di mana - mana disekat," katanya.
Alhasil hampir ribuan karyawan perhotelan di Kota Batu terdampak imbas PPKM darurat. Para pekerja ini terpaksa di rumahkan, demi efisiensi biaya operasional. "Rata - rata merumahkan lebih dari setengah, sementara itu, tapi kalau PPKM-nya selesai, ya jalan lagi. Ya kita nyadari selama mereka sepakat dengan karyawan, karyawan juga menyadari ya nggak ada masalah. Sebagian besar menyadari. Ya gimana posisinya kayak gini," terangnya.
Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengakui ada beberapa hotel di Kota Batu yang menutup operasionalnya demi mengurangi beban operasional. Penutupan dilakukan saat pemberlakuan PPKM darurat di Kota Batu. "Ada yang menutup operasionalkan sementara 1 - 2 hotel, daripada menanggung kerugian terus menerus, masuk tapi nggak ada yang dikerjakan, milih tutup sementara," ucap Sujud dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa sore (13/7/2021).
Baca Juga: Hotel Runtuh di China Timur, Satu Orang Tewas dan 10 Orang Hilang
Sujud menambahkan, beberapa hotel yang masih memaksa beroperasi di Kota Batu pun tak ada okupansi. Hal ini dirasakannya sejak awal penerapan PPKM darurat. "Okupansi 0 persen. Jadi hanya 1 - 2 (hotel) yang masuk itu pun jarang, kebanyakan 0 persen tanpa, wajarlah, apalagi penyekatan di mana - mana disekat," katanya.
Alhasil hampir ribuan karyawan perhotelan di Kota Batu terdampak imbas PPKM darurat. Para pekerja ini terpaksa di rumahkan, demi efisiensi biaya operasional. "Rata - rata merumahkan lebih dari setengah, sementara itu, tapi kalau PPKM-nya selesai, ya jalan lagi. Ya kita nyadari selama mereka sepakat dengan karyawan, karyawan juga menyadari ya nggak ada masalah. Sebagian besar menyadari. Ya gimana posisinya kayak gini," terangnya.
Lihat Juga :