Sebelum Borong Saham BUMN Karya, Tunggu Kejelasan Suntikan Modal
Kamis, 15 Juli 2021 - 11:06 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana untuk menyalurkan dana penyertaan modal negara (PMN) kepada empat BUMN sebesar Rp32 triliun pada tahun 2021.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan meski ada penambahan di periode tahun berjalan, pemerintah memastikan tidak ada penambahan anggaran belanja lagi. Pasalnya, suntikan dana PMN kepada BUMN yang melaksanakan tugas negara ini berasal dari cadangan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Baca juga:PPKM Darurat : Pemerintah Terus Tingkatkan Jumlah Tes Harian
Empat BUMN yang terkait adalah PT Hutama Karya Tbk (Persero), PT Waskita Karya Tbk, PT Lembaga Pembiayaan Indonesia, PT Badan Bank Tanah.
Lalu bagaimana dampak rencana suntikan dana terhadap harga emiten konstruksi?
Praktisi pasar modal Reza Priyambada mengatakan bahwa suntikan modal itu bisa menjadi sentimen positif dan menarik sekaligus diharapkan dapat lebih menggerakkan operasional perusahaan. Saat ini para pelaku pasar masih menantikan realisasinya.
"Belum direspons karena pasar masih menantikan skema dari penyalurannya bakal seperti apa," kata Reza.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan meski ada penambahan di periode tahun berjalan, pemerintah memastikan tidak ada penambahan anggaran belanja lagi. Pasalnya, suntikan dana PMN kepada BUMN yang melaksanakan tugas negara ini berasal dari cadangan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional.
Baca juga:PPKM Darurat : Pemerintah Terus Tingkatkan Jumlah Tes Harian
Empat BUMN yang terkait adalah PT Hutama Karya Tbk (Persero), PT Waskita Karya Tbk, PT Lembaga Pembiayaan Indonesia, PT Badan Bank Tanah.
Lalu bagaimana dampak rencana suntikan dana terhadap harga emiten konstruksi?
Praktisi pasar modal Reza Priyambada mengatakan bahwa suntikan modal itu bisa menjadi sentimen positif dan menarik sekaligus diharapkan dapat lebih menggerakkan operasional perusahaan. Saat ini para pelaku pasar masih menantikan realisasinya.
"Belum direspons karena pasar masih menantikan skema dari penyalurannya bakal seperti apa," kata Reza.
Lihat Juga :