Sandiaga Uno: Sinergi Ekonomi Kreatif dengan UMKM dan Pajak Dapat Bangkitkan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Kamis, 15 Juli 2021 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Negara yang memiliki kemampuan, kepercayaan sosial, dan kepemimpinan yang efektif dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional diyakininya dapat mendukung kebijakan keuangan negara untuk penanganan Covid-19.
Realokasi anggaran Kemenparekraf dipotong hampir 35%, untuk kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM dapat Rp123 triliun tahun lalu, pembiayaan korporasi Rp53 triliun, dan sektor serta Pemda mencapai Rp100 triliun. UMKM mendapatkan porsi yang lumayan penting dan strategis, karena 60% PDB adalah dari UMKM. Insentif relaksasi perpajakan sudah diluncurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Berkaca Pengalaman 1998, Sandi Kolaboraksi Selamatkan Ekonomi Bangsa lewat UMKM
"Analisa dengan jeli apa yang perlu diperbaiki, mari berkolaborasi sektor perpajakan dan sektor UMKM. Kendala yang kita hadapi seperti pembiayaan, ruang produksi, likuditas, dan protokol kesehatan bisa kita atasi. Kuncinya UMKM harus mampu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi," tutur Sandiaga Uno.
Ia mengungkapkan saat ini Indonesia sedang dalam ketidakpastian, ambiguitas, volatilitas, kompleksitas. Untuk menghadapinya Sandiaga Uno mengajak semua pihak untuk gerak cepat, gerak bersama, garap semua potensi yang ada.
"Laris manis bisnis di saat krisis sudah menjadi satu fenomena yang terjadi, salah satunya kepada saya. 20 tahun yang lalu saya di PHK, saya justru mendapatkan kesempatan membuka usaha di bidang keuangan. Dimulai dari bertiga, sekarang menjadi usaha yang stabil dan membuka pekerjaan untuk 30 ribu orang. Saya ingin membagikan inspiratif itu ke seluruh masyarakat, gunakan prinsip laris manis bisnis saat krisis, dengan bergandengan tangan, dengan UMKM maju, pajak semakin meningkat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga Uno.
Realokasi anggaran Kemenparekraf dipotong hampir 35%, untuk kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM dapat Rp123 triliun tahun lalu, pembiayaan korporasi Rp53 triliun, dan sektor serta Pemda mencapai Rp100 triliun. UMKM mendapatkan porsi yang lumayan penting dan strategis, karena 60% PDB adalah dari UMKM. Insentif relaksasi perpajakan sudah diluncurkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Berkaca Pengalaman 1998, Sandi Kolaboraksi Selamatkan Ekonomi Bangsa lewat UMKM
"Analisa dengan jeli apa yang perlu diperbaiki, mari berkolaborasi sektor perpajakan dan sektor UMKM. Kendala yang kita hadapi seperti pembiayaan, ruang produksi, likuditas, dan protokol kesehatan bisa kita atasi. Kuncinya UMKM harus mampu berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi," tutur Sandiaga Uno.
Ia mengungkapkan saat ini Indonesia sedang dalam ketidakpastian, ambiguitas, volatilitas, kompleksitas. Untuk menghadapinya Sandiaga Uno mengajak semua pihak untuk gerak cepat, gerak bersama, garap semua potensi yang ada.
"Laris manis bisnis di saat krisis sudah menjadi satu fenomena yang terjadi, salah satunya kepada saya. 20 tahun yang lalu saya di PHK, saya justru mendapatkan kesempatan membuka usaha di bidang keuangan. Dimulai dari bertiga, sekarang menjadi usaha yang stabil dan membuka pekerjaan untuk 30 ribu orang. Saya ingin membagikan inspiratif itu ke seluruh masyarakat, gunakan prinsip laris manis bisnis saat krisis, dengan bergandengan tangan, dengan UMKM maju, pajak semakin meningkat, sehingga mampu menggerakkan ekonomi, membuka lapangan kerja," ungkap Sandiaga Uno.
(fai)
Lihat Juga :