Sandiaga Uno: Sinergi Ekonomi Kreatif dengan UMKM dan Pajak Dapat Bangkitkan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Kamis, 15 Juli 2021 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Data statistik Industri makro pariwisata dan ekonomi kreatif meningkat terus dari Rp526 triliun di 2010 menjadi hampir Rp1.000 triliun di 2017. Di 2018-2020 PDB ekonomi kreatif meningkat positif. Di 2020 menjadi Rp1.100 triliun, menempatkan Indonesia pada posisi ketiga, dimana Amerika Serikat dengan Hollywood, Korea dengan K-Pop, dan Indonesia sudah merangsek di posisi ketiga.
"Memang kontribusi kita masih kecil untuk prosentase PDB, tapi kami yakin pertumbuhannya 6-8%. Ada sektor ekonomi kreatif yang meningkat di masa pandemi. Yakni televisi. Sinetron ikatan cinta salah satu contoh produk kreatif anak bangsa, mendominasi 5 dari 10 orang yang menonton televisi," ungkap Sandiaga Uno.
Selain itu subsektor televisi, radio, aplikasi, dan game developer justru bertumbuh di tengah pandemi. Untuk itu Sandiaga Uno meminta berbagai pihak untuk tidak takut terkena pajak.
"Karena pajak itu teman kita untuk mengenal bagaimana cara kita berkontribusi. Pajak bukan sesuatu yang menakutkan. Kuncinya di Kementerian Keuangan sedang menyederhanakan tax code, yang selama ini sulit dimengerti UMKM sekarang ada perubahan substansial," jelas Sandiaga Uno.
Pandemi Covid-19 membuat semua orang meningkatkan ketrampilan menjadi konten kreator kreatif seperti youtuber, selebgram, influencer, jualan online di market place. Untuk itu Sandiaga Uno meyakini dampak negatif Covid-19 dapat diubah dengan cara membangkitkan ekonomi kreatif menjadi lokomotif perekonomian bangsa.
"Tahun 2020 ekspor ekonomi kreatif terkoreksi -12%. Namun kami yakin 2021-2025 akan bertumbuh. Kami prediksi tahun ini meningkat 6%. Saya ingin program pemulihan ekonomi nasional, ada stress test, mencek bagaimana kita melakukan testing seberapa kuat ekonomi kita," kata Sandiaga Uno.
"Memang kontribusi kita masih kecil untuk prosentase PDB, tapi kami yakin pertumbuhannya 6-8%. Ada sektor ekonomi kreatif yang meningkat di masa pandemi. Yakni televisi. Sinetron ikatan cinta salah satu contoh produk kreatif anak bangsa, mendominasi 5 dari 10 orang yang menonton televisi," ungkap Sandiaga Uno.
Selain itu subsektor televisi, radio, aplikasi, dan game developer justru bertumbuh di tengah pandemi. Untuk itu Sandiaga Uno meminta berbagai pihak untuk tidak takut terkena pajak.
"Karena pajak itu teman kita untuk mengenal bagaimana cara kita berkontribusi. Pajak bukan sesuatu yang menakutkan. Kuncinya di Kementerian Keuangan sedang menyederhanakan tax code, yang selama ini sulit dimengerti UMKM sekarang ada perubahan substansial," jelas Sandiaga Uno.
Pandemi Covid-19 membuat semua orang meningkatkan ketrampilan menjadi konten kreator kreatif seperti youtuber, selebgram, influencer, jualan online di market place. Untuk itu Sandiaga Uno meyakini dampak negatif Covid-19 dapat diubah dengan cara membangkitkan ekonomi kreatif menjadi lokomotif perekonomian bangsa.
"Tahun 2020 ekspor ekonomi kreatif terkoreksi -12%. Namun kami yakin 2021-2025 akan bertumbuh. Kami prediksi tahun ini meningkat 6%. Saya ingin program pemulihan ekonomi nasional, ada stress test, mencek bagaimana kita melakukan testing seberapa kuat ekonomi kita," kata Sandiaga Uno.
Lihat Juga :