Rp5.976 Triliun! Sebanyak Itulah Utang Luar Negeri Indonesia
Jum'at, 16 Juli 2021 - 12:06 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Mei 2021 sebesar USD415,0 miliar atau setara Rp5.976 (kurs Rp14.400), turun 0,6% (mtm) dibandingkan dengan posisi April 2021 yang sebesar USD417,6 miliar.
"Perkembangan tersebut terutama didorong oleh penurunan posisi ULN pemerintah. Secara tahunan, ULN Mei 2021 tumbuh 3,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,9% (yoy)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/7/2021).
ULN pemerintah mencatat posisi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah di bulan Mei 2021 tercatat sebesar USD203,4 miliar atau sekitar Rp2.928 triliun, menurun 1,3% (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021.
Baca juga:Terpapar Covid-19, Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Meninggal di RS Sentra Medika
Penurunan itu mendorong perlambatan pertumbuhan tahunan ULN pemerintah menjadi sebesar 5,9% (yoy) dibandingkan dengan 8,6% (yoy) di bulan April 2021. Penurunan posisi ULN pemerintah tersebut terjadi seiring dengan pembayaran surat berharga negara (SBN) dan pinjaman dalam valuta asing yang jatuh tempo di bulan Mei 2021.
Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.
Penarikan ULN dalam periode Mei 2021 tetap diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8% dari total ULN pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,3%), dan sektor konstruksi (15,4%).
"Perkembangan tersebut terutama didorong oleh penurunan posisi ULN pemerintah. Secara tahunan, ULN Mei 2021 tumbuh 3,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,9% (yoy)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (16/7/2021).
ULN pemerintah mencatat posisi lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Posisi ULN pemerintah di bulan Mei 2021 tercatat sebesar USD203,4 miliar atau sekitar Rp2.928 triliun, menurun 1,3% (mtm) dibandingkan dengan posisi ULN April 2021.
Baca juga:Terpapar Covid-19, Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor Meninggal di RS Sentra Medika
Penurunan itu mendorong perlambatan pertumbuhan tahunan ULN pemerintah menjadi sebesar 5,9% (yoy) dibandingkan dengan 8,6% (yoy) di bulan April 2021. Penurunan posisi ULN pemerintah tersebut terjadi seiring dengan pembayaran surat berharga negara (SBN) dan pinjaman dalam valuta asing yang jatuh tempo di bulan Mei 2021.
Pemerintah berkomitmen tetap menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel.
Penarikan ULN dalam periode Mei 2021 tetap diutamakan untuk mendukung belanja prioritas pemerintah, termasuk upaya penanganan Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang antara lain mencakup sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (17,8% dari total ULN pemerintah), sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (17,2%), sektor jasa pendidikan (16,3%), dan sektor konstruksi (15,4%).
Lihat Juga :