Tiga BUMN Ini Bersinergi Amankan Pasokan Biomassa Dukung Target EBT 23%
Sabtu, 17 Juli 2021 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, co-firing PLTU adalah upaya untuk memenuhi target nasional bauran EBT sebesar 23% pada 2025. Sejauh ini, kata dia, PLN menargetkan 52 lokasi co-firing PLTU tersebar di seluruh Indonesia sehingga dibutuhkan pasokan biomassa sebesar 9 juta ton per tahun pada 2025.
“Kedepannya ini diharapkan dapat dipenuhi dari Perhutani dan PTPN dari fasilitas yang posisinya terjangkau dari 52 lokasi tersebut," ujar Zulkifli.
Dalam pokok-pokok HoA tersebut dijelaskan, Perhutani akan menyediakan woodchip dalam bentuk serbuk (sawdust), sementara PTPN memasok limbah perkebunan/tandan kosong segar. Dalam kerja sama tersebut, PLN akan bertindak sebagai pembeli, sementara Perhutani dan PTPN sebagai pemasok.
“Kerja sama ini adalah hal yang baru bagi ketiga perusahaan, karenanya kami mengapresiasi kolaborasi dari Perhutani dan PTPN Group, serta berharap dukungan dari Kementerian BUMN dan pihak pemerintah untuk kesuksesan program co-firing ini terutama dari sisi kebijakan dan regulasi terkait penyediaan biomassa,” lanjut Zulkifli.
Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perusahaan yang mengelola komoditas perkebunan itu memperkirakan bisa memasok sekitar 500.000 ton tanda kosong segar kepada PLN. Angka tersebut kemungkinan bertambah hingga 750.000 ton tanda segar per tahun pada 2024 sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN Group.
Dia menambahkan, implementasi co-firing PLTU batu bara dengan biomassa merupakan salah satu program “green booster” untuk mendukung target bauran EBT Nasional.
“Kedepannya ini diharapkan dapat dipenuhi dari Perhutani dan PTPN dari fasilitas yang posisinya terjangkau dari 52 lokasi tersebut," ujar Zulkifli.
Dalam pokok-pokok HoA tersebut dijelaskan, Perhutani akan menyediakan woodchip dalam bentuk serbuk (sawdust), sementara PTPN memasok limbah perkebunan/tandan kosong segar. Dalam kerja sama tersebut, PLN akan bertindak sebagai pembeli, sementara Perhutani dan PTPN sebagai pemasok.
“Kerja sama ini adalah hal yang baru bagi ketiga perusahaan, karenanya kami mengapresiasi kolaborasi dari Perhutani dan PTPN Group, serta berharap dukungan dari Kementerian BUMN dan pihak pemerintah untuk kesuksesan program co-firing ini terutama dari sisi kebijakan dan regulasi terkait penyediaan biomassa,” lanjut Zulkifli.
Direktur Utama PTPN Group Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perusahaan yang mengelola komoditas perkebunan itu memperkirakan bisa memasok sekitar 500.000 ton tanda kosong segar kepada PLN. Angka tersebut kemungkinan bertambah hingga 750.000 ton tanda segar per tahun pada 2024 sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) PTPN Group.
Dia menambahkan, implementasi co-firing PLTU batu bara dengan biomassa merupakan salah satu program “green booster” untuk mendukung target bauran EBT Nasional.
Lihat Juga :