Vaksin Berbayar Batal, Saham Kimia Farma Terkoreksi
Senin, 19 Juli 2021 - 17:35 WIB
loading...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah membatalkan vaksin berbayar sebab mempertimbangkan respons masyarakat. Pasca-pembatalan dari 10 saham emiten farmasi , hingga sesi I hari ini Senin (19/7/2021), 7 saham mengalami pelemahan.
Saham KAEF (PT Kimia Farma Tbk) menjadi yang paling anjlok sebesar 6,45% ke level Rp3.190, diikuti IRRA yang terkoreksi hari ini sebesar 5,65%, diikuti Fvridam Farma, Indofarma, dan Phapros.
Baca juga:Ini Deretan Mobil yang Digunakan Sebagai Mobil Ambulans
VP Samuel Sekutritas Indonesia, Muhammad Al Fatih, mengatakan pembatalan vaksin berbayar mungkin akan menjadi masalah pada keuangan mereka. "Vaksinasi berbayar kemungkinan mereka sudah ada cadangan atau patokan dari vaksin itu. Kemudian tidak jadi berbayar, mungkin jadi masalah keuangan mereka," ujarnya dalam 2ND Session Closing Market IDX Channel, Senin (19/7/2021).
Al Fatih melihat jika diambil pembelajaran dari pemerintah juga masyarakat, keputusan yang sering kali berubah-ubah akan memungkinkan perusahaan farmasi mengalami tekanan. Selain itu kalau dilihat menurut penurunan pada saham KAEF, Al Fatih menilai sudah ada pergerakan penurunan sejak Februari.
Saham KAEF (PT Kimia Farma Tbk) menjadi yang paling anjlok sebesar 6,45% ke level Rp3.190, diikuti IRRA yang terkoreksi hari ini sebesar 5,65%, diikuti Fvridam Farma, Indofarma, dan Phapros.
Baca juga:Ini Deretan Mobil yang Digunakan Sebagai Mobil Ambulans
VP Samuel Sekutritas Indonesia, Muhammad Al Fatih, mengatakan pembatalan vaksin berbayar mungkin akan menjadi masalah pada keuangan mereka. "Vaksinasi berbayar kemungkinan mereka sudah ada cadangan atau patokan dari vaksin itu. Kemudian tidak jadi berbayar, mungkin jadi masalah keuangan mereka," ujarnya dalam 2ND Session Closing Market IDX Channel, Senin (19/7/2021).
Al Fatih melihat jika diambil pembelajaran dari pemerintah juga masyarakat, keputusan yang sering kali berubah-ubah akan memungkinkan perusahaan farmasi mengalami tekanan. Selain itu kalau dilihat menurut penurunan pada saham KAEF, Al Fatih menilai sudah ada pergerakan penurunan sejak Februari.
Lihat Juga :