Terlalu! Penimbunan Alkes Demi Ambil Untung Masih Terjadi

loading...
Terlalu! Penimbunan Alkes Demi Ambil Untung Masih Terjadi
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Polri dan Kementerian Kesehatan akan menindak cepat oknum penimbunan dan spekulasi alat kesehatan serta obat penunjang Covid-19. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Polri dan Kementerian Kesehatan akan menindak cepat oknum penimbunan dan spekulasi alat kesehatan serta obat penunjang Covid-19.

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu belakangan ini sempat terjadi kelangkaan oksigen, regulator hingga obat-obat serta vitamin untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga: Kesulitan Dapat Obat Covid-19, Lulung Duga Banyak Mafia Lakukan Penimbunan

Kelangkaan ini sebagian disebabkan oleh melonjaknya permintaan pasar karena naik tajamnya penderita Covid. Selain itu, adanya upaya penimbunan beberapa pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan yang tidak sewajarnya.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, bahwa Kementerian Perdagangan punya satu unit khusus dalam pengawasan dan penindakan pelanggaran dalam bidang perdagangan yaitu Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN).

Ditjen PKTN selama ini diketahui sangat aktif menjalin sinergi dengan Polri dan instansi terkait dalam menangani seluruh pelanggaran perdagangan termasuk penimbunan alkes dan obat Covid kali ini.



“Kemendag melalui Ditjen PKTN bergerak cepat bersama Polri, BPKN dan lain-lain. Karena itu bisa kita lihat bahwa penimbunan-penimbunan yang tidak sewajarnya terhadap alkes dan obat Covid bisa segera terungkap dan ditangani,” ujar Jerry di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Pengawasan dan penindakan yang cepat ini, menurut Jerry bisa menjadi sarana untuk memberikan efek jera. Ia mengingatkan bahwa negara saat ini sedang berjuang secara sungguh-sungguh untuk mengendalikan penyebaran dan dampak Covid-19. Karena itu ia meminta kerja sama semua pihak agar tidak mencari kesempatan yang tidak wajar di masa pandemi ini.

“Kita menyadari bahwa pedagang dan pelaku usaha juga ingin untung. Tetapi tentu saja ada batas kewajaran tertentu, baik secara legal maupun etis. Karena itu, akan lebih baik jika semua pihak bersikap mendukung masyarakat dan negara dengan melakukan aktifitas yang sewajarnya atau bahkan lebih mengutamakan nilai-nilai sosial,” ucap Jerry.

Baca Juga: Masyarakat Sedang Susah, Menko PMK Muhadjir Minta Tak Ada Penimbunan Tabung Oksigen



Jerry memastikan bahwa Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat serius dalam menanganai lonjakan penderita Covid beberapa minggu ini. Varian delta yang menjadi penyebab lonjakan terus ditindaklanjuti dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek perdagangan. Pemerintahan Jokowi ingin memastikan bahwa rantai pasokan alkes, oksigen dan obat-obatan serta vitamin bisa berlangsung lancar.

Lanjutnya, saat ini pasokan oksigen berikut regulatornya sudah mulai teratasi. Hal yang sama nampak di suplai obat-obatan dan vitamin. Untuk kebutuhan dasar makanan berupa sembako dan lain-lain juga terhitung sangat aman sehingga tidak terlihat panic buying di masyarakat.

“Jadi penanganan covid ini. Khususnya dalam bidang perdagangan relatif sangat terkendali. Kami berharap kerja sama masyarakat. Jika masyarakat melihat ada pelanggaran oleh pelaku tertentu, kami berharap bisa segera melaporkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,” tutup Jerry.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top