Kesehatan Jadi Fokus, Realokasi Anggaran PEN Saat PPKM Penting

Kamis, 22 Juli 2021 - 06:26 WIB
loading...
Kesehatan Jadi Fokus,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menyelamatkan situasi di dalam negeri, terlebih setelah datangnya virus Covid-19 varian Delta yang tingkat penularannya lebih cepat.

Peneliti Makroekonomi LPEM FEB UI, Teuku Riefky menilai, sekarang ini pemerintah sudah mulai jeli dalam menangani kesehatan di Indonesia. “Pemerintah sudah mulai lebih serius terkait menangani krisis kesehatan dan ini adalah yang memang kita butuhkan selama ini. Kita sudah lihat berbagai macam upaya pemerintah yang sudah memokuskan aspek ekonomi, melakukan pembatasan sosial yang dilonggarkan terlalu dini, kita lihat dampaknya tidak efektif. Apalagi dengan adanya varian delta baru sehingga dampak dari kesehatan makin parah. Untuk menyelamatkan kesehatan, kita tahu biayanya tidak murah sehingga pemerintah memang harus melakukan realokasi anggaran,” ujarnya dalam Market Review di IDX Channel, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Alarm Tanda Bahaya! Varian Delta Masuk Merauke Papua, 10 Sampel Positif

Dia mengatakan, pos anggaran bunga sudah mencapai 14%, di mana pengeluaran tersebut tidak bisa dikurangi sebab biaya itu harus dibayarkan. Selain itu, kata dia, dari alokasi-alokasi lain perlu optimalisasi dan langkah kreatif juga diperlukan agar dapat menyerap anggaran guna membiayai keperluan kesehatan saat ini.

Dia menyebut terdapat beberapa pos anggaran yang bisa ditunda sementara, diantaranya belanja modal dan alokasi terhadap Kementerian atau Lembaga yang dirasa belum urgent di kondisi pandemi.

“Jadi ini perlu dicari pos anggaran mana yang tidak diperlukan di tahun ini atau tidak perlu mendesak dan ini dialirkan untuk aspek kesehatan,” kata Teuku.

“Rumusnya simpel, apa saja yang tidak terlalu berkaitan dengan kesehatan dan menjaga daya beli masyarakat kelompok rentan seperti masyarakat miskin, UMKM. Ini bisa dialihkan,” tambahnya.

Baca juga: Ditegur Mendagri, 19 Kepala Daerah Harus Komitmen Maksimalkan Anggaran Corona

Sementara itu terkait kabar rencana pemerintah mengurangi anggaran infrastruktur, dia sebut hal ini merupakan langkah yang tepat sebab sudah selayaknya anggaran difokuskan pada sektor kesehatan.

Menurut dia, dalam situasi saat ini bukanlah infrastruktur yang diprioritaskan melainkan fasilitas kesehatan maupun bantuan sosial masyarakat miskin agar dapat tetap memenuhi kebutuhan dasarnya selama PPKM Darurat berlangsung.

Lanjutnya, dia menekankan anggaran seperti infrastruktur, pembangunan jalan, bukan tidak penting tetapi hal tersebut masih bisa ditunggu sehingga pada prosesnya bisa dioptimalisasi kembali setelah pandemi. “Langkah pemerintah ini sudah tepat, dan perlu diteruskan sampai memang kondisi kesehatan ini betul-betul terkendali,” tukasnya.

Sebagai informasi, pemerintah tengah melakukan realokasi anggaran APBN tahun 2021 yang difokuskan untuk pemulihan ekonomi nasional. Langkah ini dilakukan seiring kebijakan PPKM Darurat di sejumlah wilayah guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19.

Pemerintah telah mengupayakan sejumlah strategi bagi cluster perlindungan sosial pada program PEN diantaranya mempercepat proses pencairan, memperpanjang periode serta penambahan jumlah.

Selain itu pemerintah juga akan memperpanjang program bantuan sosial tunai (BST) serta mendorong percepatan penyerapan bantuan sosial bagi korban PHK dan pembagian kartu sembako.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Selalu Minta...
Jokowi Selalu Minta Angka untuk Membuktikan Perbaikan Ekonomi
Realisasi Anggaran Penanganan...
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp178 Triliun
UMKM dan IKM Jadi Motor...
UMKM dan IKM Jadi Motor Pemulihan Ekonomi, Pemerintah Percepat Dukungan Penguatan Usaha Kecil
Realisasi Anggaran PEN...
Realisasi Anggaran PEN Capai Rp95,13 Triliun, Ini Rinciannya
Hore! Program Kartu...
Hore! Program Kartu Prakerja Berlanjut Sampai Tahun Depan
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Jurus Pemerintah Hadapi Badai yang Sempurna
KPK Sita Dokumen Proyek...
KPK Sita Dokumen Proyek dalam Penggeledahan 3 Kantor Pemerintahan di Muna
Mantan Dirjen Kemendagri...
Mantan Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin
KPK Jebloskan Adik Bupati...
KPK Jebloskan Adik Bupati Muna ke Penjara
Rekomendasi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Berangkatkan Umrah Gratis untuk Guru PAUD
Peluang Iran Lolos ke...
Peluang Iran Lolos ke Babak 32 Besar Masih Terbuka, Diprediksi Capai 80 Persen
Berita Terkini
Investasi Tepat Sasaran,...
Investasi Tepat Sasaran, Pertamina NRE Raup Dividen dari CREC Filipina
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved