Ekosistem Halal Value Chain Bisa Bangkitkan Perekonomian

Selasa, 27 Juli 2021 - 23:05 WIB
loading...
Ekosistem Halal Value...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sektor industri makanan halal dan fashion muslim dapat menjadi sektor unggulan yang dapat berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional . Masa pandemi yang cenderung menghambat aktivitas global supply chain, menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menghidupkan pasar lokal dan aktivitas produksi nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono menyampaikan bahwa Bank Indonesia dalam mengembangkan industri halal menggunakan pendekatan komprehensif, yakni melalui pengembangan ekosistem halal value chain.

Beberapas strateginya antara lain, pertama, pengembangan industri halal tidak dapat hanya bertumpu pada produk dan pelaku usaha, tetapi seluruh komponen secara end-to-end, mulai dari proses pengemasan, distribusi, sampai dengan pemasaran.

Baca juga:Jelang Pelaksanaan Umrah 1443H, Kemenag Susun Skema Vaksin Booster

"Kedua, pengembangan ekosistem halal value chain juga mencakup sektor keuangan syariah yang mendorong pembiayaan syariah, baik melalui keuangan komersial syariah maupun keuangan sosial syariah, ZISWAF," kata Doni di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo, Idris Rahim, menyampaikan apresiasi atas upaya Bank Indonesia yang telah bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pengembangan sektor ekonomi strategis. Hal itu dilakukan melalui berbagai program. Di antaranya pengembangan UMKM, termasuk yang berbasis ekspor seperti sulaman Karawo yang telah dipamerkan dan dipasarkan di Amerika dan Turki.

Lebih lanjut, Idris Rahim menambahkan upaya pengembangan ekonomi syariah di wilayah Provinsi Gorontalo melalui kemandirian ekonomi pesantren, pengembangan pelaku usaha eksyar, halal value chain, dan kegiatan diseminasi ekonomi syariah diyakini akan berdampak pada literasi dan kemajuan ekonomi syariah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Rachmad Gobel, turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan peran BI yang secara konsisten menjalin strategic partnership dengan pemerintah daerah dalam rangka memberikan rekomendasi pemulihan ekonomi regional secara sektoral yang diriingi berbagai program sinergi implementasi pengembangan UMKM dan digitalisasi pembayaran.

Baca juga:Peringatan China Tak Digubris, Kapal Perang Inggris Masuki Laut China Selatan

“Bersinergi Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Memperkuat Momentum Pemulihan Ekonomi Melalui Keunggulan Sumber Daya Regional "dan akan berlangsung selama 8 (delapan) hari mulai tanggal 27 Juli – 3 Agustus 2021 secara virtual. Gelaran FESyar KTI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Road to ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival ) 2021," katanya.

Kegiatan FESyar ini terdiri dari Sharia Economic Forum dan Sharia Fair secara virtual, berupa kegiatan sosialisasi dan edukasi ekonomi syariah, baik berbentuk business matching, lomba, seminar, forum diskusi dan lain sebagainya.

Pelaksanaan FESyar Regional KTI 2021 diharapkan dapat mempertemukan supplier dan produsen, produsen dan distributor, produsen dan konsumen, maupun investor pada industri halal nasional. Kegiatan ini akan dapat mengoptimalkan keunggulan produk daerah sehingga dapat mendorong pengembangan industri halal Indonesia dan berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
FIFA Minta Timnas Mesir...
FIFA Minta Timnas Mesir Hapus 7 Bintang di Jersey Jelang Lawan Belgia
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Berita Terkini
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved