Nasib Pedagang Pasar Tanah Abang: Terjepit Pandemi dan Digitalisasi

Kamis, 29 Juli 2021 - 16:27 WIB
loading...
Nasib Pedagang Pasar...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 membuat jumlah penjualan pedagang di Pasar Tanah Abang turun drastis. Penurunan tersebut membuat sebagian pedagang menjual rukonya atau menyewakan sementara dengan harga yang terbilang murah dibanding sebelum pandemi terjadi.

Bahkan banyak pedagang atau pemilik kios menjual atau menyewakan ruko mereka dengan harga yang tidak sampai setengahnya dengan harga beli ruko awal. Penjualan dan penyewaan itu terjadi karena sepinya perdagangan di Pasar Tanah Abang.

Sepinya ruko Tanah Abang selain karena pemberlakuan PPKM Level 4 juga disebabkan oleh perpindahan jenis transaksi perdagangan. Masyarakat mulai beralih berbelanja secara online.

Baca juga:PPP Nilai Doa SBY sebagai Bentuk Dukungan Moril untuk Pemerintah

Kondisi itu membuat sejumlah pedagang kesulitan untuk beradaptasi. Salah satu pedagang di Pasar Tanah abang, Syafril (68), menceritakan bahwa dirinya susah untuk mengikuti tren transaksi digital.

Menurutnya, menjual barang melalu toko online tidak semudah dengan dagang di pasar tradisional. Mengingat umur syafril yang sudah tergolong tua.

"Jadi online ini kalau orang-orang yang umurnya kayak saya susah. Kalau yang anak muda enak dia. Apalagi kan gak bayar toko," ujar Syafril kepada MNC Portal, Kamis (29/7/2021).

Namun Syafril mengaku bahwa dirinya pernah mencoba menjajakan barang dagangannya melalui toko online. Seminggu berselang, barang dagangannya hanya terjual 1 saja.

"Saya pernyah coba online juga, dikasih tahu sama teman, ya seminggu cuma laku 1. Jadi susah, namanya kita itu gak bisa," sambungnya.

Kini Syafril harus berusaha lebih untuk menutupi sewa kios meski pelanggan yang berbelanja di tokonya tak seramai sebelum pandemi Covid 19. Syafril menyebut, sebelum penerapan PPKM berlevel ini, dirinya bisa meraup omzet hingga Rp500 ribu perhari, namun kondisi saat ini berbanding terbalik dengan apa yang pernah didapatkannya.

Baca juga:8 Tips Menawar Mobil Bekas Agar Dapat Harga Bersaing

"Boro-boro beli, yang lewat saja tidak ada. Sebelum PPKM itu Rp500 ribu sampai Rp300 ribu ada juga. Sekarang, sudah dua hari saya dagang, satu potong pun, tidak ada yang laku," keluhnya.

Kini Syafril hanya berharap kepada pemerintah selaku pemangku kebijakan, seperti kebijakan yang membantu pedagang kecil untuk tetap bertahan meski berjualan secara konvensional.

"Namanya untuk nutup kios, ya pinjam sana sini, yang gak bisa dilakukan, dilakukan sekarang. Kita mau makan, gak ada duit, kita gadai sama tetangga dulu, kita pinjam duit dulu, kita dapat makan yang penting, anak cucu makan, jangan sampai gak makan," tutupnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebakaran Pasar Induk...
Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati Rugikan Rp35 Miliar, Ikappi Sebut Ada Ledakan
Optimalisasi Pasar Rakyat...
Optimalisasi Pasar Rakyat agar Pangan Murah Menyentuh Ujung Daerah
Beras Oplosan Marak...
Beras Oplosan Marak Beredar, Asosiasi: Pedagang Pasar Kerap Disalahkan
Tolak Penyeragaman Kemasan...
Tolak Penyeragaman Kemasan Rokok, Pedagang Pasar Tekankan Edukasi Menyeluruh
Bungkus Rokok Seragam,...
Bungkus Rokok Seragam, Pedagang Cemas Bakal Menggerus Pendapatan
Harga Beras Naik, Pedagang...
Harga Beras Naik, Pedagang Mengeluh Penjualan Turun
100 Personel Satpol...
100 Personel Satpol PP-Dishub Dikerahkan Jaga Ketat Kawasan Tanah Abang
Pasar Cipulir Banjir,...
Pasar Cipulir Banjir, Pedagang Sedih Omzet Turun Drastis
Pramono Diminta Pertimbangkan...
Pramono Diminta Pertimbangkan Nasib Pedagang Sebelum Terapkan Perda KTR
Rekomendasi
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved