Potensi Energi Panas Bumi Belum Termanfaatkan Optimal
Kamis, 29 Juli 2021 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini ada 14 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang telah produksi sebesar 2.175,7 MW dengan rencana pengembangan ekspansi 1.347,6 MW.
Dadan menuturkan, ada sejumlah tantangan terkait pengembangan panas bumi di dalam negeri. Diantaranya adalah akses pendanaan dan risiko eksplorasi. Selain tu, wilayah potensi panas bumi yang berada di area prospek pada kawasan konservasi dan Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS) juga menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan panas bumi.
Baca Juga: Kapal Perang Inggris Sambangi LCS, China Gelar Latihan Militer
"Tantangan lainnya, efisiensi biaya untuk harga listrik panas bumi yang lebih kompetitif, dinamika sosial, hingga permintaan kelistrikan setempat," tuturnya.
Terkait tantangan-tantangan tersebut, Kementerian ESDM terus mencarikan solusi. Antara lain, mendorong Kementerian PUPR untuk bisa membangun jalan menuju ke lokasi untuk mengurangi biaya investasi yang mesti ditanggung pengembang energi panas bumi berupa infrastruktur jalan. "Ini karena akan menjadi kepentingan publik juga," tuturnya.
Dadan menuturkan, ada sejumlah tantangan terkait pengembangan panas bumi di dalam negeri. Diantaranya adalah akses pendanaan dan risiko eksplorasi. Selain tu, wilayah potensi panas bumi yang berada di area prospek pada kawasan konservasi dan Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (TRHS) juga menjadi tantangan tersendiri dalam melakukan pengembangan panas bumi.
Baca Juga: Kapal Perang Inggris Sambangi LCS, China Gelar Latihan Militer
"Tantangan lainnya, efisiensi biaya untuk harga listrik panas bumi yang lebih kompetitif, dinamika sosial, hingga permintaan kelistrikan setempat," tuturnya.
Terkait tantangan-tantangan tersebut, Kementerian ESDM terus mencarikan solusi. Antara lain, mendorong Kementerian PUPR untuk bisa membangun jalan menuju ke lokasi untuk mengurangi biaya investasi yang mesti ditanggung pengembang energi panas bumi berupa infrastruktur jalan. "Ini karena akan menjadi kepentingan publik juga," tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :