Keuangan Positif di Tengah Pandemi, Kinerja PLN Diapresiasi
Jum'at, 30 Juli 2021 - 16:02 WIB
loading...
Kemampuan PLN menjaga kondisi keuangan tetap positif di tengah pandemi dinilai patut diapresiasi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengapresiasi keberhasilan PT PLN (Persero) yang mampu menjaga kondisi keuangan perusahaan di tengah kondisi pandemi yang berdampak besar pada ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan laba yang didapatkan PLN di semester I tahun 2021.
"Di tengah kondisi pandemi yang belum selesai dan pertumbuhan listrik yang belum tinggi, PLN mampu melakukan optimalisasi sehingga semester pertama ini bisa meraih hasil yang positif," ujar Mamit dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7/2021).
Baca Juga: Nih Bukti Kinerja PLN: Kantongi Laba Rp6,6 Triliun di Semester I-2021
Mamit mengatakan, untuk tetap menjaga kinerja positif sampai akhir tahun 2021, PLN harus bisa melakukan efisiensi dan juga menjaga arus modal sehingga tetap berhasil baik di tahun 2021 ini. PLN menurutnya juga harus bisa membuat skala prioritas untuk setiap pekerjaan yang dilakukan sehingga keuangan mereka benar-benar fokus kepada urgensi pekerjaan.
Mamit menambahkan, jika memang memungkinkan bisa dilakukan re-negoisasi dengan IPP untuk mencari win-win solution di tengah belum tumbuhnya konsumsi listrik nasional.
"Di tengah kondisi pandemi yang belum selesai dan pertumbuhan listrik yang belum tinggi, PLN mampu melakukan optimalisasi sehingga semester pertama ini bisa meraih hasil yang positif," ujar Mamit dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/7/2021).
Baca Juga: Nih Bukti Kinerja PLN: Kantongi Laba Rp6,6 Triliun di Semester I-2021
Mamit mengatakan, untuk tetap menjaga kinerja positif sampai akhir tahun 2021, PLN harus bisa melakukan efisiensi dan juga menjaga arus modal sehingga tetap berhasil baik di tahun 2021 ini. PLN menurutnya juga harus bisa membuat skala prioritas untuk setiap pekerjaan yang dilakukan sehingga keuangan mereka benar-benar fokus kepada urgensi pekerjaan.
Mamit menambahkan, jika memang memungkinkan bisa dilakukan re-negoisasi dengan IPP untuk mencari win-win solution di tengah belum tumbuhnya konsumsi listrik nasional.
Lihat Juga :