Harga Jual Produk Naik, Chandra Asri Bukukan Laba Bersih Rp2,39 Triliun

Jum'at, 30 Juli 2021 - 21:31 WIB
loading...
A A A
Namun demikian, perseroan mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 16,1% dari USD851,7 juta menjadi USD988,7 juta. Manajemen menyebut, naiknya beban pokok penjualan karena konsumsi bahan baku yang sedikit lebih tinggi, ditambah dengan kenaikan harga Naphtha menjadi USD577 per ton dari sebelumnya hanya USD420 per ton.

Baca juga:Ngamuk, Pria Stres Minta Uang Rp10 Juta di Minimarket dan Tantang Polisi di Pamulang

Kenaikan harga Naphtha ini terjadi seiring dari harga minyak mentah Brent yang lebih tinggi dan naik sebesar 63% secara year on year (yoy) menjadi rata-rata USD65 per barel dari sebelumnya USD40 per barel. Perusahaan mempertahankan liquidity pool USD1,2 miliar, termasuk USD762 juta dalam bentuk kas dan setara kas pada akhir kuartal II-2021.

Chandra Asri juga telah mengurangi leverage dengan utang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,3 kali (pada kuartal II-2020 sebesar 5,1 kali) dan mengurangi total utang menjadi USD899 juta dari sebelumnya USD945 juta di kuartal II-2020.

"Selain itu, kami mendapatkan fasilitas kredit senilai Rp5 triliun (USD350 juta) dengan Bank Mandiri yang semakin memperkuat struktur permodalan kami," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Kinerja Keuangan BRI...
Kinerja Keuangan BRI Kokoh hingga Triwulan I 2026, Likuiditas dan Permodalan Terjaga
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
Intip Kinerja MPMX Mengawali...
Intip Kinerja MPMX Mengawali 2026: Profitabilitas Meningkat di Tengah Dinamika Pendapatan
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
Rupiah dalam Pusaran...
Rupiah dalam Pusaran Greenback
Kinerja Positif, Bea...
Kinerja Positif, Bea Cukai Sumbagbar Tingkatkan Penerimaan dan Pengawasan
Rekomendasi
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved