Mitra Angkasa Sejahtera Bidik Pertumbuhan Penjualan 11%
Senin, 02 Agustus 2021 - 09:00 WIB
loading...
Pada tahun 2021, Mitra Angkasa Sejahtera membidik pertumbuhan penjualan di atas 11%. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan distributor baut nasional, PT Mitra Angkasa Sejahtera (MAS) optimistis program vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah akan kembali menimbulkan gairah bisnis sehingga bisa menjadi salah satu pendorong kinerja perseroan.
Direktur Utama Mitra Angkasa Sejahtera Simon Hendiawan mengatakan pada tahun 2021, MAS membidik pertumbuhan penjualan di atas 11% dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Baca Juga : Sempoyongan Hadapi PPKM, 'Singa Udara' Rumahkan 8.000 Karyawan
“Pelaksanaan vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus gencar dilakukan tentunya pemerintah mendorong kita mulai pulih dari pandemi. Kami optimistis proyeksi tahun ini mulai kembali ke normal, bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2020,” kata Simon dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (2/8/2021).
Menurut Simon, meski pandemi Covid-19 menghantam seluruh sektor ekonomi saat ini, bisnis produk baut atau mur masih sangat potensial. Hal itu karena produk ini sangat dibutuhkan berbagai sektor, meski ukurannya kecil.
“Penerapan PPKM tidak menghentikan kegiatan bisnis mur dan baut dikarenakan termasuk kategori kritikal dan banyak terkait dengan industri, konstruksi, dan juga proyek vital nasional,” ujar Simon.
Produk baut dan mur masuk dalam kategori fastener, dimana merupakan komponen penting dalam beragam industri seperti konstruksi bangunan dan manufaktur. Selain itu, diperlukan oleh sektor properti hingga infrastruktur yang dibutuhkan untuk puluhan ribu kegiatan ekonomi di Indonesia.
Simon menambahkan, produk baut dan mur merupakan industri yang unik dan kompleks. Sektor ini boleh dikatakan sebagai ‘bahan pokok’ bagi bidang industri manufaktur, konstruksi hingga industri gadget.
Direktur Utama Mitra Angkasa Sejahtera Simon Hendiawan mengatakan pada tahun 2021, MAS membidik pertumbuhan penjualan di atas 11% dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
Baca Juga : Sempoyongan Hadapi PPKM, 'Singa Udara' Rumahkan 8.000 Karyawan
“Pelaksanaan vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus gencar dilakukan tentunya pemerintah mendorong kita mulai pulih dari pandemi. Kami optimistis proyeksi tahun ini mulai kembali ke normal, bahkan lebih baik dibandingkan tahun 2020,” kata Simon dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (2/8/2021).
Menurut Simon, meski pandemi Covid-19 menghantam seluruh sektor ekonomi saat ini, bisnis produk baut atau mur masih sangat potensial. Hal itu karena produk ini sangat dibutuhkan berbagai sektor, meski ukurannya kecil.
“Penerapan PPKM tidak menghentikan kegiatan bisnis mur dan baut dikarenakan termasuk kategori kritikal dan banyak terkait dengan industri, konstruksi, dan juga proyek vital nasional,” ujar Simon.
Produk baut dan mur masuk dalam kategori fastener, dimana merupakan komponen penting dalam beragam industri seperti konstruksi bangunan dan manufaktur. Selain itu, diperlukan oleh sektor properti hingga infrastruktur yang dibutuhkan untuk puluhan ribu kegiatan ekonomi di Indonesia.
Simon menambahkan, produk baut dan mur merupakan industri yang unik dan kompleks. Sektor ini boleh dikatakan sebagai ‘bahan pokok’ bagi bidang industri manufaktur, konstruksi hingga industri gadget.
Lihat Juga :