Penguatan IHSG Hari Ini Bisa Terganjal Bursa Regional

Selasa, 03 Agustus 2021 - 08:19 WIB
loading...
Penguatan IHSG Hari...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi kembali menguat terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (3/8/2021). Pergerakan indeks akan berada di kisaran 6.080-6.137.

Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, mengatakan secara teknikal IHSG berhasil bertahan di atas level moving average 20 hari dan whipsaw di level moving average 5 hari. Pergerakan IHSG seakan menahan pelemahan dari trend negatif dan melanjutkan tren positif jangka panjang yang memiliki level trendline di kisaran 6.050.

"Indikator stochastic dan RSI memberikan peluang kejenuhan pada momentum bearish yang mendekati area oversold. Sehingga selanjutnya IHSG berpotensi kembali terkonsolidasi mencoba menguat dengan support resistance 6.080-6.137," ujar Lanjar dalam risetnya, Selasa (3/8/2021).

Baca juga:Tata Cara Sholat Jenazah, Hukum dan Rukun-Rukunnya

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya SMGR, RALS, MAPI, ADHI, ASII, BBNI, dan INTP

Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 26,50 poin atau 0,44% ke level 6.096 setelah bergerak cenderung flat dekat zona negatif selama jam perdagangan. Saham TLKM, UNVR, BRPT, CPIN dan ASII berhasil menopang IHSG untuk kuat di zona positif di saat saham ARTO, TOWR dan TPIA menekan.

Data ekonomi yang rilis di awal pekan dan awal bulan bervariasi karena terjadi kontraksi yang cukup dalam pada indeks kinerja manufaktur Indonesia dan tingkat inflasi yang mengalami peningkatan secara tahunan untuk bulan Juli 2021.

Indeks PMI manufaktur turun kelevel 40,1 dari 53,5 dari periode sebelumnya dan tingkat inflasi naik 1,52% dari 1,33% dari periode sebelumnya. Dampak dari PPKM Darurat di bulan lalu terlihat pada akitivitas kinerja sektor manufaktur namun masih dapat membuat tingkat inflasi tahunan bertumbuh.

Baca juga:Fosil Otak Berusia 310 Juta Tahun Ditemukan di Illionis

Sementara itu, bursa Asia berpotensi tertekan di hari ini setelah ekuitas AS berbalik terkoreksi pada perdagangan semalam. Imbal hasil treasury jatuh dan harga minyak turun di tengah kekhawatiran pemulihan ekonomi dari pandemi kehilangan momentum akibat gelombang lanjutan Covid-19.

Minyak jatuh paling dalam dalam dua minggu karena virus merusak prospek konsumsi, termasuk di China karena laporan ekonomi juga menunjukkan perlambatan dari ekspansi puncak pada indeks PMI Manufaktur. Indeks Futures jatuh di Jepang dan Australia dan sedikit berubah di Hong Kong.

Harga CPO turun signifikan sebesar 5,77% dan Komoditas energi mayoritas mengalami pelemahan dengan minyak mentah turun 3,64% dan batu bara turun 0,21%. Secara sentimen IHSG berpotensi melemah mengiringi potensi pelemahan indeks saham regional dan global.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Malapraktik Penguatan...
Malapraktik Penguatan Rupiah dan IHSG
IHSG Tertekan, Wakil...
IHSG Tertekan, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Bersama Rosan Roeslani Sidak ke BEI!
Rekomendasi
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Marc Marquez Dominan...
Marc Marquez Dominan di Sprint Race MotoGP Hungaria, Veda Ega Start dari Baris Ketiga Moto3
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved