Selain Pertamina, BUMN-BUMN Ini Mestinya Berpeluang Masuk Fortune Global 500

Rabu, 04 Agustus 2021 - 15:21 WIB
loading...
Selain Pertamina, BUMN-BUMN...
Sejumlah BUMN dinilai punya peluang untuk mengikuti jejak Pertamina masuk ke daftar Fortu Global 500. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) alias perusahaan pelat merah dinilai berpeluang untuk masuk ke dalam daftar Fortune Global 500 . Saat ini, tercatat baru PT Pertamina (Persero) yang masuk dalam daftar perusahaan global bergengsi tersebut di urutan 287.

Director Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, potensi besar ada di sektor perbankan. Menurutnya, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) punya peluang untuk masuk daftar Fortune Global 500.

Baca Juga: Erick Thohir Belum Puas Pertamina Tembus Fortune Top 500: Bisa Lebih

Sebagai pertimbangan, kata dia, pasar kredit perbankan di Indonesia cukup besar dengan potensi 180 juta orang yang belum mendapat layanan keuangan formal.

"Paling potensial saat ini yan BUMN di sektor keuangan. Idealnya, bank-bank Himbara masuk list Fortune 500. India saja punya State Bank of India di urutan ke-205 dengan total aset USD662 miliar," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, aset bank BUMN tercatat naik, dimana, per Maret 2020 meningkat 7,09% atau Rp3.530,87 triliun. Rinciannya, PT Bank BRI (Persero) Tbk tumbuh 5,82% menjadi Rp1.287 triliun; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tumbuh 9,15% menjadi Rp1.130 triliun; PT Bank BNI (Persero) Tbk tumbuh 9,9% ke Rp803 triliun; di susul PT Bank BTN (Persero) Tbk yang tumbuh 2,27% ke Rp308 triliun.

Pada periode yang sama, kredit Himbara pun menunjukkan peningkatan dengan total pertumbuhan 11,03% atau Rp2.469,32 triliun. Rinciannya, Bank BRI tumbuh 9,38% atau Rp884 triliun; Bank Mandiri tumbuh 14,84% atau Rp786 triliun; BNI tumbuh 11,2% atau Rp545 triliun; dan BTN tumbuh 4,59% atau Rp253 triliun.

Selain perbankan, Bhima menilai sektor telekomunikasi juga memiliki BUMN yang berpeluang masuk Fortune Global 500. Menurutnya PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk layak masuk daftar tersebut berdasarkan pendapatan tahunan perusahaan.

Bhima menyebut, jasa sektor telekomunikasi melesat tajam saat pandemi Covid-19. Hal tersebut didukung oleh penggunaan internet di dalam negeri. Dimana, pada 2020 Indonesia mencatatkan pengguna internet mencapai 202,6 juta pengguna aktif atau tumbuh 15,5%.

Baca Juga: Tamara Bleszynski Akui Hartanya Habis dan Jadi Janda Miskin

"BUMN lain yang harusnya punya potensi masuk adalah Telkom karena di tengah pandemi keuntungan jasa sektor telekomunikasi melesat tajam. Indonesia adalah salah satu negara yang peningkatan aktivitas penggunaan data internetnya tertinggi di dunia selama 2020," katanya.

Dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Telkom Indonesia meraup laba bersih sebesar Rp6,01 triliun pada kuartal I/2021. Laba Telkom naik 2,59% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp5,86 triliun.

Di sektor energi dan kelistrikan, lanjut Bhima, PT PLN (Persero) juga berpotensi masuk Fortune Global 500. "Perusahaan peringkat 2 yang masuk Global 500 saja ada State Grid Corporation of China atau perusahaan BUMN penyedia layanan listrik," tuturnya.

Saat ini, PLN mencatatkan total aset senilai Rp1.589 triliun. Jumlah itu meningkat Rp275 triliun dibandingkan lima tahun lalu yang berada di kisaran Rp1.314 triliun.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Rekomendasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Berita Terkini
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved