Indonesia Keluar dari Resesi, Program Ekonomi Sudah On the Right Track
Kamis, 05 Agustus 2021 - 14:50 WIB
loading...
A
A
A
Dari sisi PDB sektoral, berbagai sektor usaha terus menunjukkan perbaikan kinerja diantaranya pada triwulan II/2021: sektor industri pengolahan, yang menjadi penopang dengan share 19,29% yang tumbuh 6,58 % (yoy). Terutama ditopang oleh Industri Alat Angkutan yang tumbuh tinggi sebesar 45,70%. Hal ini tidak terlepas dari dukungan stimulus yang didorong oleh KPC-PEN melalui insentif pembebasan PPnBM untuk sektor kendaraan bermotor dan sektor perumahan.
Insentif ini juga turut mendorong sektor perdagangan yang tumbuh 9,44% (yoy) seiring tingginya perdagangan kendaraan yang mencapai 37,88%. Sektor pertanian yang melanjutkan tren positifnya dan tumbuh 0,38% (yoy); sektor konstruksi yang tumbuh 4,42% (yoy) seiring dengan pembangunan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN); sektor Informasi dan Komunikasi yang selalu mampu tumbuh tinggi selama pandemi juga kembali dapat tumbuh sebesar 6,87% (yoy).
Sektor-sektor seperti penyediaan akomodasi, makan, dan minum serta transportasi dan pergudangan yang terdampak pandemi juga meneruskan tren pemulihannya dengan pertumbuhan 21,58% (yoy) dan 25,10% (yoy). Tren positif ini seiring membaiknya mobilitas masyarakat.
Di sisi kegiatan produksi sektor swasta menunjukkan kinerja yang meningkat hingga Juni 2021. Misalnya Penggunaan Listrik Juni 2021 untuk sektor Industri tumbuh 26,1% year-on-year dan bisnis tumbuh 14,5% year-on-year. Indikasi lain, Penggunaan Semen Juni 2021 menunjukkan pertumbuhan dengan tren positif sejak Maret 2021 sebesar 17,6% year-on-year.
Untuk PMI Manufaktur Juni 2021 berada pada level 53,5. Pertumbuhan Ekspor Juni 2021 juga tumbuh sebesar 54,5% year-on-year serta Pertumbuhan Impor Juni 2021 tumbuh sebesar 60,1% year-on-year.
Kebijakan fiskal yang ekspansif tetap dijalankan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi baik melalui belanja rutin APBN maupun alokasi dana PEN yang mencapai Rp744,75 triliun di 2021, meningkat dari alokasi sebelumnya Rp699,43 triliun.
Insentif ini juga turut mendorong sektor perdagangan yang tumbuh 9,44% (yoy) seiring tingginya perdagangan kendaraan yang mencapai 37,88%. Sektor pertanian yang melanjutkan tren positifnya dan tumbuh 0,38% (yoy); sektor konstruksi yang tumbuh 4,42% (yoy) seiring dengan pembangunan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN); sektor Informasi dan Komunikasi yang selalu mampu tumbuh tinggi selama pandemi juga kembali dapat tumbuh sebesar 6,87% (yoy).
Sektor-sektor seperti penyediaan akomodasi, makan, dan minum serta transportasi dan pergudangan yang terdampak pandemi juga meneruskan tren pemulihannya dengan pertumbuhan 21,58% (yoy) dan 25,10% (yoy). Tren positif ini seiring membaiknya mobilitas masyarakat.
Di sisi kegiatan produksi sektor swasta menunjukkan kinerja yang meningkat hingga Juni 2021. Misalnya Penggunaan Listrik Juni 2021 untuk sektor Industri tumbuh 26,1% year-on-year dan bisnis tumbuh 14,5% year-on-year. Indikasi lain, Penggunaan Semen Juni 2021 menunjukkan pertumbuhan dengan tren positif sejak Maret 2021 sebesar 17,6% year-on-year.
Untuk PMI Manufaktur Juni 2021 berada pada level 53,5. Pertumbuhan Ekspor Juni 2021 juga tumbuh sebesar 54,5% year-on-year serta Pertumbuhan Impor Juni 2021 tumbuh sebesar 60,1% year-on-year.
Kebijakan fiskal yang ekspansif tetap dijalankan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi baik melalui belanja rutin APBN maupun alokasi dana PEN yang mencapai Rp744,75 triliun di 2021, meningkat dari alokasi sebelumnya Rp699,43 triliun.
Lihat Juga :