Rebound, Perdagangan Minyak Mentah Berjangka AS Kembali di Atas Nol

Selasa, 21 April 2020 - 09:53 WIB
loading...
Rebound, Perdagangan...
Harga minyak mentah berjangka AS akhirnya rebound setelah kemarin diperdagangkan di level terendah sepanjang 22 tahun. Foto/Ilustrasilustrasi
A A A
SEOUL - Harga minyak mentah berjangka AS rebound pada perdagangan hari ini setelah diperdagangkan di bawah USD0 untuk pertama kalinya dalam sejarah awal pekan ini. Akan tetapi, kenaikan tetap terbatas di tengah kekhawatiran yang belum usai mengenai bagaimana pasar dapat mengatasi hancurnya permintaan bahan bakar oleh pandemi corona.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Mei naik USD38,73 sen pada USD1,10 per barel. Kontrak Mei berakhir pada Selasa, sementara kontrak Juni, yang lebih aktif diperdagangkan, melonjak USD1,72 sen, atau 8,4%, menjadi USD22,15 per barel. Sementara, benchmark global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD49 sen, atau 1,9%, menjadi USD26,06 per barel.

"Kontrak Juni WTI mampu menahan level USD20 per barel dan melihat kenaikan moderat setelah rollover menyakitkan kontrak Mei," kata analis pasar senior di broker OANDA Edward Moya, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/4/2020).

Harga minyak telah tergelincir karena pembatasan perjalanan dan karantina wilayah di seluruh dunia untuk menahan penyebaran virus corona yang membatasi penggunaan bahan bakar secara global. Dengan permintaan yang turun 30% di seluruh dunia, stok minyak mentah meningkat dan fasilitas penyimpanan rata-rata penuh.

Pusat penyimpanan utama AS di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk kontrak West Texas Intermediate (WTI) AS, diperkirakan bakal penuh dalam hitungan minggu. "Hari ini cukup jelas bahwa masalah utama di pasar adalah penuhnya (stok) di Amerika Serikat dan kurangnya kapasitas penyimpanan," kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar, CMC Markets di Sydney.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Harga Minyak Dunia Longsor...
Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
Negosiasi Damai AS-Iran...
Negosiasi Damai AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Terkerek Lebih dari 1%
Harga Minyak Naik, Nalar...
Harga Minyak Naik, Nalar Fiskal Jangan Turun
IRGC: Jika Anda Bisa...
IRGC: Jika Anda Bisa Mentolerir Harga Minyak USD200 per Barel, Teruslah Bermain dalam Permainan Ini
Harga Minyak Meroket...
Harga Minyak Meroket ke Level Tertinggi Sejak 2023 karena Perang, Bisa Tembus Berapa?
Rekomendasi
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved