Naik Kelas ke Bank BUKU III, BNI Syariah Kokohkan Inovasi Digital
Kamis, 28 Mei 2020 - 21:57 WIB
loading...
Aktivitas di BNI Syariah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Memasuki tahun 2020, BNI Syariah mencatat prestasi gemilang dengan naik kelas ke BUKU III, setelah pemegang saham melakukan setoran modal inbreng sebesar Rp 255 miliar. Selain itu, BNI Syariah mencetak laba bersih Rp214,01 miliar pada kuartal I 2020, naik 58% dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp135,35 miliar.
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dengan penambahan modal dan kinerja pada akhir kuartal I 2020 membuat BNI Syariah naik kelas menjadi BUKU III.
"BNI Syariah sekarang mempunyai modal inti diatas Rp5 triliun," kata Firman di Jakarta, Kamis (28/5/2020). Baca: Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Dia melanjutkan BNI Syariah juga mempunyai aplikasi uang elektronik syariah pertama di Indonesia yaitu HasanahKu. Sebagai produk unggulan, HasanahKu menjadi salah satu flagship positioning BNI Syariah dalam digitalisasi dan payment system dengan beberapa fitur transaksi diantaranya untuk pembelian token dan pembayaran tagihan listrik, top up pulsa, pembayaran tagihan telepon, TV berlangganan serta iuran BPJS.
Top up saldo HasanahKu dapat dengan mudah dilakukan melalui berbagai pilihan channel seperti ATM, Mobile Banking, Internet Banking dan SMS Banking.
"Uang elektronik HasanahKu dipasarkan sebagai value added product pada area atau segmen yang menjadi kekuatan BNI Syariah yaitu ekosistem halal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dan lembaga Ziswaf, sehingga terbentuk kemitraan strategis menggunakan skema business to business (B2B) dengan ekosistem merchant dan community base yang salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dengan start up berbasis teknologi serta perusahaan fintech," katanya.
Sambung dia, kinerja BNI Syariah pada kuartal I 2020 ini tidak lepas dari sinergi BNI Syariah dengan BNI sebagai perusahaan induk, dimana BNI Syariah didukung teknologi yang dimiliki BNI sehingga lebih efisien.
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan dengan penambahan modal dan kinerja pada akhir kuartal I 2020 membuat BNI Syariah naik kelas menjadi BUKU III.
"BNI Syariah sekarang mempunyai modal inti diatas Rp5 triliun," kata Firman di Jakarta, Kamis (28/5/2020). Baca: Bank Indonesia Optimis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2%
Dia melanjutkan BNI Syariah juga mempunyai aplikasi uang elektronik syariah pertama di Indonesia yaitu HasanahKu. Sebagai produk unggulan, HasanahKu menjadi salah satu flagship positioning BNI Syariah dalam digitalisasi dan payment system dengan beberapa fitur transaksi diantaranya untuk pembelian token dan pembayaran tagihan listrik, top up pulsa, pembayaran tagihan telepon, TV berlangganan serta iuran BPJS.
Top up saldo HasanahKu dapat dengan mudah dilakukan melalui berbagai pilihan channel seperti ATM, Mobile Banking, Internet Banking dan SMS Banking.
"Uang elektronik HasanahKu dipasarkan sebagai value added product pada area atau segmen yang menjadi kekuatan BNI Syariah yaitu ekosistem halal, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dan lembaga Ziswaf, sehingga terbentuk kemitraan strategis menggunakan skema business to business (B2B) dengan ekosistem merchant dan community base yang salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi dengan start up berbasis teknologi serta perusahaan fintech," katanya.
Sambung dia, kinerja BNI Syariah pada kuartal I 2020 ini tidak lepas dari sinergi BNI Syariah dengan BNI sebagai perusahaan induk, dimana BNI Syariah didukung teknologi yang dimiliki BNI sehingga lebih efisien.
Lihat Juga :