Penjelasan Telkom ke BEI Ihwal Investasi di TELE yang Pailit

Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:33 WIB
loading...
A A A
Antara lain TELE mengalami defisiensi modal dan total liabilitas lancar telah melebihi total aset; TELE gagal bayar atas pokok pinjaman dan/atau bunganya pada saat jatuh tempo; dan adanya tuntutan dari salah satu kreditor TELE atas Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

Adapun sejak dilakukan investasi pada tahun 2014, Perseroan telah melakukan upaya maksimum dalam pengawasan dan monitoring baik secara langsung maupun tidak langsung melalui PINS atas kinerja dan performansi TELE, termasuk memastikan terwujudnya sinergi dengan Telkomsel yang telah memberikan benefit bagi TelkomGroup dengan nilai lebih besar dari nilai investasi awal.

"Hubungan bisnis Perseroan dengan TELE adalah melalui Telkomsel dimana TELE merupakan salah satu distributor voucher pulsa Telkomsel. Di Telkomsel, para mitra distributor diperlakukan secara setara (equal treatment) sesuai mekanisme yang diperjanjikan, diantaranya dengan mempertimbangkan kinerja dari mitra distributor tersebut. Bagi mitra distributor dengan kinerja kurang baik, berpeluang untuk dievaluasi lebih lanjut sesuai kontrak kerja sama," beber manajemen Telkom.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Rekomendasi
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved