Penjelasan Telkom ke BEI Ihwal Investasi di TELE yang Pailit

Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:33 WIB
loading...
Penjelasan Telkom ke...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui anak usahanya PT PINS Indonesia memiliki 24 persen saham di PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Perusahaan tersebut diketahui menyandang status pailit sejak September 2020 dan perdagangan sahamnya saat ini menyandang status dihentikan sementara atau suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengenai hal tersebut, Bursa meminta penjelasan kepada Telkom terkait penurunan nilai atas penyertaan jangka panjang pada entitas asosiasi PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk sebesar Rp1,17 triliun pada tahun 2019 dan Rp485 miliar pada tahun 2020 hingga nilai investasi menjadi nihil

"Perseroan menjadikan harga pasar saham TELE sebagai acuan utama dalam menghitung pencatatan nilai wajar investasi tahun 2019. Informasi ini sudah tercantum dalam Catatan 8 Laporan Keuangan Audited tahun buku 2019. Adapun untuk tahun 2020 management mengakui penurunan nilai penuh sebagai dampak persaingan pasar," tulis manajemen Telkom dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: BEI Ungkap Penyebab Perusahaan Berbondong-bondong Melantai di Bursa

Telkom juga menjelaskan terkait manfaat yang diharapkan Perseroan sehingga memutuskan untuk melakukan investasi pada TELE. Adapun pertimbangan bisnis yang melatarbelakangi Perseroan melakukan investasi penyertaan jangka panjang di TELE pada tahun 2014 adalah pada saat itu TELE merupakan salah satu authorized dealer voucher pulsa terbesar di Indonesia dengan coverage yang cukup luas dengan memiliki 98 cabang, 146 outlet, 92 service center dan 180.000 reseller.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Rekomendasi
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved